. . .

Lumpuhkan 2 TSK Curas, Polres Tanggamus Dapat “Bonus” 1 Penadah yang Asyik Nyabu

image_print
UNGKAP KEBERHASILAN: (Dari kiri ke kanan) Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Wakapolres Kompol M. Budhi, dan Kasatres Narkoba IPTU. Anton Saputra menunjukkan barang bukti belasan unit ponsel hasil curas dengan tersangka IS dan SS, serta 2,7 gram sabu-sabu dari tersangka penadah barang curian DN, dalam ekspose keberhasilan mereka, Kamis (31/5) siang. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepolisian Resor Tanggamus tak pernah lelah memberantas para pelaku kejahatan jalanan. Khususnya para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berupa jambret dan begal di sepanjang Jalan Lintas Barat. Namun para penyakit masyarakat itu seakan terus patah tumbuh, hilang berganti.

Terbaru, giliran Tim Khusus Black Dolphin Satreskrim Polres Tanggamus bersama personel Polsek Pugung menunjukkan tajinya. Rabu (30/5) kemarin, petugas berhasil membekuk dua tersangka curas di rumah masing-masing. Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. dalam press release Kamis (31/5) siang menjelaskan, kedua tersangka yang berasal dari Kecamatan Kotaagung Timur, masing-masing berinisial SS (26), warga Pekon Kagungan dan IS (22) warga Pekon Sukabanjar.

“Selain kedua pelaku, kami juga menangkap penadah ponsel curian berinisial DN (28). Warga Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung itu kami amakan pada hari yang sama dengan penangkapan SS dan IS. Terhadap pelaku SS dan IS, anggota di lapangan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur pada kaki mereka. Lantaran keduanya melawan dan mengancam keselamatan petugas yang hendak menangkap,” tegas kapolres, didampingi Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi, S.I.K., M.Si., Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, S.I.K., M.Si., dan Kasatres Narkoba IPTU Anton Saputra, S.H., M.H.

Kapolres menerangkan, dari penangkapan pelaku utama IS, petugas menyita barang bukti yang diduga hasil kejahatan sebanyak 15 unit ponsel berbagai merek. Dua tersangka curas tersebut beraksi dengan modus operandi menjambret barang berharga milik korban.

Dari keterangan kedua tersangka, I Made Rasma menyebutkan, polisi diperoleh informasi bahwa mereka sudah beraksi di 6 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.

“Antara lain, 5 TKP di Kabupaten Tanggamus. Lalu 1 TKP di Pringsewu, tepatnya di wilayah Kecamatan Gadingrejo,” tutur kapolres.

Sebelum akhirnya didor dan dibekuk, IS dan SS mulai diburu Tim Khusus Black Dolphin dan polsek jajaran, setelah polisi mengembangkan laporan korban curas, Veti (30) warga Kecamatan Gisting, pada 27 April lalu. Akibat aksi kedua tersangka, ibu muda itu mengalami kerugian berupa tas rajut selempang wanita warna coklat berisi smartphone android Oppo A71, 2 buah kartu ATM, KTP, dan STNK.

Dari laporan itulah, petugas bergerak memburu tersangka. Saat ini, baik IS dan SS maupun barang bukti 15 unit ponsel dan alat yang digunakan untuk beraksi, berupa sepeda motor Yamaha Vixion BE 3562 ZA warna merah diamankan di mapolres Tanggamus.

“Dua pelaku curas terancam dijerat Pasal 365 KUPidana. Sementara DN yang menadah ponsel-ponsel curian, diancam dengan Pasal 480 KUHPidana,” tandas I Made Rasma.

Saat Digrebek, DN Asyik Mengisap Sabu-Sabu

 
TIM Khusus Black Dolphin Satreskrim Polres Tanggamus, mendapatkan “bonus” saat mengungkap tuntas perkara curas dengan tersangka IS dan SS beserta satu penadah ponsel curian, DN. Pasalnya DN sedang asyik mengisap narkoba jenis sabu-sabu, saat petugas menggrebek rumahnya, Rabu (30/5) lalu di Pekon Kotaagung.

“Pada saat dilakukan penangkapan terhadap penadah ponsel curian, ternyata tersangka DN sedang menyalahgunakan sabu-sabu,” ungkap Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma dalam konferensi pers Kamis (31/5) siang.

Dari tangan DN, kapolres membeberkan, petugas mengamankan sabu-sabu seberat 2,4 gram, seperangkat alat isap sabu (bong), dan 2 bungkus plastik klip bening, 3 unit ponsel, dan 1 unit timbangan digital.

Terkait banyaknya barang bukti kristal metamfetamin yang dimiliki DN serta timbangan digital, Kasatres Narkoba IPTU. Anton Saputra mengungkapkan, penyidik masih mendalami keterlibatan DN dalam penjualan narkoba.

“Penyidikan awal, (DN) kami prasangkakan sebagai pemakai (sabu-sabu). Namun kuat diduga DN merupakan pengedar. Kepastian itu menunggu hasil penyidikan lebih lanjut,” terang Anton Saputra.

Atas perbuatannya menadah barang curian serta memiliki dan menyalahgunakan narkoba golongan I, tak pelak pasal berlapis menanti DN di meja hijau. Yaitu Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun dan Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun. (ayp)