LPSE Sebatas Kedok, 11 Proyek Diduga Kocok-Bekem       

0
167
views

Kental Aroma Indikasi “Main Mata” Oknum Disdik Satu Rekanan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Proses tender sebelas paket proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandarlampung yang sedang digelar di LPSE diduga kuat hanya formalitas.

Sebab, Disdik disinyalir telah memiliki calon pengantin yang akan memenangkan tender paket senilai lebih dari Rp32 miliar itu.

“Tender di LPSE itu hanya formalitas, calon pengantinnya sudah ada,” ungkap seorang rekanan yang enggan disebutkan namanya,  Rabu (05/07/17).

Dia menjelaskan, hampir seluruh paket proyek di Disdik sudah dikuasai oleh rekanan berinisial JK, adik ipar Kepala Disdik Bandarlampung, Daniel Marsudi.

“JK itu adik kandung istri dari Daniel Marsudi, semua rekanan di Disdik juga sudah tau tentang pengkondisian itu,” katanya.

Dia berharap, seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum untuk bersama- sama memantau proses tender proyek Disdik Bandarlampung.

Hal senada disampaikan rekanan lain berinisial M. Dia menyebut,  rekanan yang mendapat proyek di Disdik tahun ini merupakan wajah baru semua.

“Ya sudah rahasia umum, setiap ada kadis baru maka rekanannya juga baru. Rekanan lama ditinggalkan,” keluhnya.

Sementara Kepala Disdik Bandarlampung, Daniel Marsudi belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan itu. Nomor ponselnya tidak aktif,  saat dihubungi wartawan, Rabu (5/7).

Diketahui,  saat ini Disdik Bandarlampung sedang menggelar tender sebelas paket proyek senilai Rp32 miliar lebih di LPSE setempat.

Proses tender saat ini baru memasuki tahapan Pengumuman Pascakualifikasi dan download dokumen pengadaan.

Empat paket di antaranya diploting untuk pembangunan ruang kantor di SMPN 9 Bandarlampung (Rp4,45 miliar), SMPN 22 (Rp3 miliar), SMPN 17 (Rp4,5 miliar), SMPN 23 (Rp4,5 miliar).

Sedangkan tujuh paket proyek lainnya untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 6 Bandarlampung senilai Rp2,448 miliar, SMPN 34 Rp2,648 miliar, SMPN 14 senilai Rp2,448 miliar dan  SMPN 7 senilai Rp2,670 miliar.

Selanjutnya, pembangunan RKB di SDN 1 Beringin Raya dan SDN 1 Langkapura dengan masing- masing senilai Rp2,853 miliar dan pembangunan lanjutan di SMPN 26 senilai Rp500 juta.

Seluruh dana pembangunan tersebut berasal dari APBD Kota Bandarlampung tahun anggaran 2017. (jef)