LPA APRESIASI POLRES LAMTIM, TERUS DALAMI KASUS PERSETUBUHAN ANAK DIBAWAH UMUR, MESKI KELUARGA ANCAM CABUT PERKARA

0
116
views

TRANSLAMPUNG.COM, SUKADANA, LAMPUNG TIMUR — Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto yang ditunjuk sebagai Koordinator Tim Investigasi LPA Provinsi Lampung dalam pengungkapan dan pengawalan kasus persetubuhan dengan anak dibawah umur dengan korban ML (7th) yang dilakukan dua orang pelaku di Kabupaten Lampung Timur mengapresiasi langkah PPA Polres Lampung Timur yang terus berupaya mengungkap dan menjerat kedua pelaku.

Hal tersebut disampaikan Elia Sunarto kepada media usai mengetahui hari ini (Senin, 10/7/2017) Polres Lampung Timur melakukan gelar perkara di Mapolres setempat.

“Kami memahami kehati-hatian polisi dalam menyidik perkara ini. Walaupun untuk itu tidak sedikit kecaman dan tekanan yang dihadapi mereka”, ujar pegiat Komunitas Pojok Tubaba ini kepada media.

Sur (42th) dan Cah (23th) ayah dan anak warga dusun VIII Desa Margototo Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur diperkarakan dengan tuduhan telah melakukan tindak kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur selama kurang lebih 4 bulan korban dalam pengasuhan mereka. Peristiwa ini terungkap setelah keluarga korban melihat perkembangan fisik dan perilaku korban. Sebelumnya, korban telah dititipkan kepada keluarga Sur untuk diasuh dan dididik.

Keluarga terkejut mendengar pengakuan korban dan setelah mengetahui adanya pembengkakan organ genitalia korban. Sebelumnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Metro Kibang dengan bukti lapor polisi nomor : LP/42-B/II/2017/Polda Lampung/Res Lamtim/Sek Meki, tanggal 20 Februari 2017 tentang dugaan telah terjadi tindak pidana Persetubuhan dengan anak dibawah umur, kini perkaranya telah dilimpahkan ke Polres Lampung Timur.

Akibat kejadian ini, dua oknum polisi Polsek Metro Kibang Bripka AE dan Bripka DS diproses PROPAM, meskipun hal itu dibantah ada keterkaitan dengan kasus yang tengah ditanganinya, demikian disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Devi Sujana, SH., SIK saat Tim Investigasi LPA Provinsi Lampung mendatangi Mapolres Lampung Timur, (13/7/2017).

Hasil sidang pelanggaran kode etik yang digelarPropam Polres Lampung Timur (29/5/2017), dua anggota Polsek Metro Kibang tersebut telahdiputuskan bersalah dan mendapat sanksi disiplin ditahan 14 hari dan penundaan pangkat 1 tahun.

“Kami berencana akan gelar perkara di Polda Lampung,” ungkap Kanit PPA Polres Lampung Timur, Bripka Hendra AR, S. Sos disamping Kasat Reskrim Polres Lampung Timur kepada Koordinator Tim Investigasi LPA Provinsi Lampung, Elia Sunarto yang datang bersama Ketua LPA Kota Metro Aye Sudarto dan keluarga korban usai bertemu Waka Polres diruang kerja Waka Polres Lampung Timur.

Rupanya tidak jadi gelar perkara di Mapolda Lampung karena berdasarkan keterangan Kanit PPA Polres Lamtim, gelar perkara baru dilaksanakan kemarin, Senin (10/7/2017) di Mapolres Lampung Timur.

“Lambannya pengungkapan kasus ini telah membuat pihak keluarga putus asa, polisi terus mendalami dan harus bertindak hati-hati karena setidaknya ada tiga keterangan ahli yang tidak menguatkan kasus ini. Meskipun misalnya keluarga mencabut laporannya, kami minta polisi tetap ungkap kasus ini mengingat ini bukan delik aduan,” pinta Elia Sunarto.

Selain didampingi beberapa lembaga anak, korban dan keluarga korban juga sudah melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait yang sempat bertemu dengan korban minta LPA Provinsi Lampung terus dampingi korban dan kawal proses hukumnya. (rls)