Longsor, Pemkot Bandarlampung Kerahkan BPBD

Pemilik Pagar Prioritaskan Benahi Rumah Warga

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Peristiwa longsor di kawasan Dr. Warsito atau lebih di kenal jalan Kupang Kota, Bandarlampung yang diakibatkan adanya debit air cukup besar membuat tembok di kawasan pemukiman padat penduduk ini jatuh dan menimpa dua rumah di bawahnya. Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bandarlampung, Yusuf Kohar segera terjunkna tim BPBD guna menangani kerusakan yang ada. Hal tersebut diungkapkan Yusuf disela sidaknya, Selasa (20/2)

Menurutnya, kejadian tersebut cukup memprihatinkan, dengan pemukiman padat penduduk yang bertempat tinggal di tanah yang memiliki kecuraman yang bisa di tafsirkan sekitar 30 persen miringnya.

“Ini kalau nggak pakai bronjongan nanti bakal begini lagi, karena miring nya tanah yang sampai 30 persen. Bahaya loh ini,” ujarnya kepada awak media, Selasa (20/2).

Dia juga menuturkan, bahwa ada tingkat kesulitan tim BPBD dalam penangannya ini yaitu jalur yang kurang memadai dalam mengevakuasi reruntuhan tembok yang jatuh langsung ke sungai yang tepat berada di bawahnya.

“Alat berat nggak bisa masuk. Ini kesulitan kita juga, makanya masih pake manual. Mungkin 2-3 hari baru akan selesai pengerjaannya ini. Itu pun harus lembur siang malam,” ungkapnya.

 

Disinggung mengenai bantuan yang akan disalurkan kepada warga yang mengalami kecelakaan, ia mengaku belum berani bertindak lebih dalam penanganan tersebut.

“Saya kan masih baru jadi Plt. Kita liat dulu dana bantuan yang ada berapa, kalau ngasih-ngasih saja nantinya ada kesalahan. Saya yang kelimpungan juga kan,” terangnya.

“Kalau untuk perbaikan pemilik tanah dan yang membangun tembok siap untuk memperbaikinya itu, kami hanya sebatas membantu tenaga saja,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik tanah  yang enggan menyebutkan namanya ini juga seorang yang membangun pagar tersebut akan perioritaskan warga dengan memperbaiki rumah warga juga sungai, setelah itu baru memperbaiki pager miliknya.

“Saya utama in rumah warga baru memperbaiki pager saya. Saya juga kaget biasa kan suami saya tau suami baru saja meninggal ya mau nggak mau saya yang atur meskipun untuk pengetahuan saya kurang tahu banyak,” ungkap istri almarhum Zainudin. (jef/hkw)

 

 

 

News Reporter