. . .

Lintas Komisi DPRD Tubaba Lakukan Monitoring Di Seluruh Pembangunan Se-Kabupaten

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.‎
Upaya pemastian Implementasi beragam pembangunan diseluruh sektor Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, ‎sesuai speksifikasi. Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten setempat  lakukan peninjauan diseluruh pembangunan Se Kabupaten.

‎satudiantaranya melakukan peninjauan program pembangunan jaringan irigasi‎ Way Tulung balak, Tiyuh penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah oleh jajaran DPRD lintas komisi diantaranya, Ketua Anggota Komisi C Paisol.,SH, Edi ismanto,  Ketua Anggota Komisi B Muamil, Salmani dan Ketua Anggota Komisi A Ruslan.

‎Bedasar pantauan Translampung.com dilokasi monitoring lintas komisi ‎tersebut selain sejumlah jajaran DPRD juga tanpak pihak rekanan, konsultan pengawas dan pihak Dinas PUPR Tubaba, yang ikut dalam rombongan guna, meninjau langsung pembangunan irigasi setempat.

Menurut Ketua Komisi C Paisol,SH mengatakan. Kehadiran pihaknya di lokasi proyek Way Tulung Balak untuk melihat langsung kondisi pembangunan yang sedang berjalan dengan mengajak seluruh pihak  terkait pelaksana dilapangan.

” Seharusnya Komisi C saja yang turun, tetapi DPRD ingin bersama-sama memastikan pelaksan proyek Way Tulung Balak ini yang sebenarnya dilokasi, kenapa Komisi B dan A juga turun kerena berkaitan dengan pertanian dan perizinan, sebab kami dapat informasi banyak kendala dilapangan, mau melebarkan lokasi pembangunannya saja susah, padahal ini untuk masyarakat.” Kata Paisol Kepada Translampung.com saat di lokasi pada (12/9) pukul 13:45 Wib.

Sementara itu‎ menurut keterangan Konsultan pengawas Wiwit. bahwa, secara teknis pelaksan pembangunan irigasi itu telah sesuai dengan perencana pembangunan dengan spesifikasi teknis pengerjaan yang selalu didampingi oleh konsultan.

” Pekerjaan ini telah mengikuti perencanaan awal, kami mengawasinya secara teknis dan rekanan tidak lepas dari arahan konsultan dilapangan, secara teknis kontruksinya telah disesuaikan dengan kondisi lokasi bangunan. Masalah ada bangunan lama di lokasi,  pastinya kami menghitung volume bangunan baru, dan sesuai perencanaan yang ada.” jelas Konsultan.

‎Hal senada diamini Hartadi selaku konsultan pengawas dinas PUPR Tubaba,  bahwa pembangunan irigasi tersebut telah sesuai dengan perencana pembangunan dan teknis kontruksinya sejauh ini tidak ada yang menyalahi.‎

” Dilokasi ini memang ada bangunan lama, dibangun menggunakan dana bantuan pusat dengan swakelola petani, karena dananya dulu kecil kita perhitungkan untuk pembuangan air dan petani bisa tetap menanam padi saat kekeringan, setalah kita usulkan kembali maka bangunan ini ditingkatkan, makanya dibangun penampungan yang besar, adanya penimimpahan bangunan lama, memang disesuaikan dengan kondisi dilapangan, dan tentunya yang dihitung hanya bangunan baru, untuk kontruksinya kami pastikan telah sesuai perencananya.” Imbuhnya (Dirman)