Lima Pemuda Lampung Bentuk Band B.A.G

0
1056
views

Bandarlampung – Meski masih berstatus sebagai mahasiswa dan beberapa personilnya ada juga yang memutuskan bekerja, tapi panggilan jiwa bermusik lima pemuda asal Lampung ini membentuk personil band pop dengan kemasan musik dan genre pop yang berbeda dari biasanya.
Nama Beage band pop asal provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai ini sempat menghiasi panggung musik Indonesia di era 2009 lalu. Tapi mereka sempat hilang dan kini bersiap kembali lagi. Tapi tak lagi menggunakan nama Beage, melainkan B.A.G.Band ini transformasi dari band awal Beage dengan sentuhan musik era 80-an. Nama itu dipakai secara resmi pada Februari 2015, dengan formasi baru dari B.A.G: Radit: Vokalis, Andi: Gitar, Wanted: Gitar, Epoy: Bass, Iman: Drum.
“Sebenarnya nama B.A.G sudah kita pakai sebelum Beage, waktu kita zaman indie dulu. Kemudian ada pergantian vokalis dan masuk member baru makanya ganti nama,” ucap sang gitaris, Andi.
Menggunakan nama baru, B.A.G kini menjalin kerjasama dengan GP Records untuk merilis sebuah lagu baru. Lagu baru yang diberi tajuk ‘Aku Padamu’. Sebuah lagu cinta yang bercerita tentang seorang cowok Playboy yang gemar berganti pasangan. Hingga akhirnya di satu titik bertemu dengan seorang perempuan yang bisa mengubah kebiasaan buruknya itu.
“Jadi cerita tentang cowok playboy yang akhirnya ketemu sama cewek yang membuatnya nggak jadi playboy lagi. Dia merasa cewek ini dia banget,” ungkap andi
Tak hanya single lagu itu, B.A.G juga memiliki single utama karya bermusik yang ditawarkan ke publik Lampung hingga nasional bertajuk We’re Fun With The Pop.
Proses penggarapan lagu ini terbilang singkat ditambah lagu ini merupakan pengalaman teman Andi sebagai penulis lagu. Mulai dari menemukan lagu hingga lirik cuma memakan waktu 5-10 menit. B.A.G ingin mencoba menampilkan sebuah musik 80-an yang bisa saja menjadi ciri khasnya untuk saat ini. Tapi tetap memberikan sentuhan modern.
“Nuansa B.A.G yang sekarang lebih ke musik era-era 80-an. Inspirasi kita sih masih coba ikuti trend band “Naif’. Tapi dari kemasan musik, cara bernyanyi hingga maksud untuk nuansanya, hingga penyajian entertain dipanggung berbeda karena kita juga tetap menonjolkan sisi musikalitas modernnya,”tutupnya. (*/ins)

LEAVE A REPLY