. . .

liga Champions Under Pressure

image_print

TRANSLAMPUNG, PARIS, FAJAR – Klub-klub di Grup C Liga Champions dalam tekanan. Hingga matchday ketiga, belum bisa diprediksi siapa yang lolos ke fase knockout. Tekanan akan terus mengalir laga terakhir.

Liverpool sejauh ini memuncaki klasemen berkat kemenangan 4-0 atas FK Crvena Zvezda (Red Star Belgrade) di Anfield Stadium, kemarin. Kemenangan diraih melalui dua gol Mohamed Salah (2 gol), satu gol dari Roberto Firmino dan Sadio Mane. Tambahan tiga poin mengatrol posisi The Reds ke peringkat pertama dengan poin enam.

Akan tetapi, mereka hanya unggul satu serta dua poin di atas dua pesaingnya; Napoli dan Paris saint Germain (PSG). Kemarin, Napoli harus kehilangan posisi di puncak klasemen setelah bermain imbang 2-2 kontra PSG di Paris.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengakui, persaingan memang akan sangat berat hingga matchday terakhir. Ia bahkan memprediksi anak asuhnya akan mendapat ujian berat untuk tetap memimpin klasemen saat mereka menghadapi Red Star Belgrade di kandangnya pada matchday keempat.

“Musim lalu kami mencetak tujuh gol di Maribor. Kemudian punya lebih banyak masalah melawan mereka di kandang. Tim-tim ini selalu kembali, jadi saya mengharapkan pertandingan yang sangat sulit (melawan Red Star Belgrade) jauh dari rumah,” kata Klopp di situs resmi UEFA.

Mohamed Salah juga menyebut perjuangan mereka masih sangat panjang. Meski begitu, winger internasional Mesir itu menegaskan target mereka adalah terus melaju ke babak final dan mengangkat trofi di Wanda Metropolitano, Madrid, Mei tahun depan.

“Saya harap kami bisa memenangkan (Liga Champions). Masih ada jalan yang panjang, tetapi saya harap kami bisa terus bermain dengan baik dan melampaui apa yang pernah dilakukan musim lalu,” tegas eks pemain Chelsea dan AS Roma tersebut.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel mengaku mereka bukan tim favorit lagi di Grup C. “Saya sangat menghormati grup ini. Kami tahu itu akan sulit melawan Liverpool dan Napoli. Dan kami bukan favorit. Semua orang berpikir kami (favorit), tetapi saya tidak percaya itu,” tegasnya.

Pada laga kemarin, PSG nyaris dipermalukan Napoli. Tim tamu sempat memimpin 2-1 hingga waktu normal habis setelah gol Lorenzo Insigne dan Dries Mertens hanya mampu dibalas bunuh diri Mario Rui. Beruntung, Angel Di Maria mencetak gol di menit ke-93 dan memaksakan hasil seri 2-2.

Kegagalan PSG mengamankan poin penuh di kandangnya membuat mereka harus bisa mengalahkan Napoli di Italia. “Kami memiliki tiga pertandingan grup tersisa. Pertama-tama yang kami ingin menangkan tentunya head-to-head dengan Napoli. Kami bisa menang dalam waktu dua minggu,” ujarnya di ESPN.

Gelandang PSG, Marco Verratti punya keyakinan sama. Ia menyatakan optimismenya PSG bisa mengalahkan Napoli di San Paolo, November mendatang. “Kami optimis di kualifikasi. Masih ada tiga laga tersisa. Grup kami ketat, tetapi kami akan berjuang sampai akhir. Saya tahu bisa berbuat lebih baik, dan ke Napoli untuk menang,” katanya.

Kubu Napoli memprediksi matchday keempat sudah bisa memperlihatkan siapa yang akan menjadi wakil Grup C. “Pertandingan berikutnya akan sangat penting untuk melihat siapa yang berhasil mencapai babak berikutnya, dan kami akan bermain di kandang,” kata Pelatih Napoli, Ancelotti kepada Sky Sport Italia.

Ancelotti sejauh ini sangat puas bahwa timnya bisa merepotkan PSG dan Liverpool yang sejak awal lebih diunggulkan lolos ke babak 16 besar. “Kami bermain sangat baik melawan kedua tim yang menjadi favorit di grup ini. Bagi kami, penting untuk mengetahui bahwa kami dapat mengalahkan mereka,” jelasnya.

Lorenzo Insigne menambahkan, mereka sedikit kecewa setelah gagal mengalahkan PSG. Tetapi, ia memastikan mereka akan bertarung habis-habisan untuk menjadi wakil Grup C di babak berikutnya.

“Kami sedikit kecewa dengan hasilnya, mengingat kinerja itu, kinerja tim yang sebenarnya, tetapi kami harus melihat ke depan dan mengambil sisi positif dari permainan ini. Kami akan mencoba untuk mendapatkan kemenangan di San Paolo. Kita bisa mencapai babak 16 besar,” kuncinya. (amr/*)