. . .

LHP Terduga Pelaku Cabul Sesama Jenis Diamankan Polsek Tumijajar.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

LHP (34) terduga pelaku pencabulan sesama jenis anak dibawah umur warga Tiyuh (Desa) Margomulyo Rt06-Rw02, Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, berhasil diamankan Polsek setempat di kediamannya atas dakwaan telah melakukan pencabulan terhadap korban R (13) warga Tiyuh setempat Rk2- Rt6 pada (23/5/2019) pukul 13.00 Wib.

Hal tersebut berdasar surat Nomor B/56/V/2019/Reskrim pada 23 Mei 2019 Perihal. Pemberitahuan penangkapan terhadap terduga tersangka LHP. Bersama ini kami beritahukan kepada saudara atau orang tua dan keluarga terduga pelaku terkait.

Bawa sejak hari kamis 22 mei 2019 sekira pukul 13.00 Wib telah kami lakukan penangkapan, selanjutnya yang bersangkutan dibawa dan diamankan di polsek tumijajar karena diduga keras telah melakukan tindak pidana pelanggaran pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak yang mana baru diketahui oleh pelapor orang tua korban pada hari rabu 22 mei 2019 sekira pukul 03.00 Wib di tiyuh Margomulyo Kecamatan Tumijajar Tubaba.

Selanjutnya berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP. Han/09/V/2019/ Reskrim. Bahwa untuk kepentingan penyidikan dan berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh bukti yang cukup tersangka LHP (34) diduga keras melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan, tersangka dikuatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. Maka perlu dikeluarkan surat perintah Penahanan terhadap tersangka.

Untuk menindaklanjuti dugaan kasus tersebut juga berdasar surat perintah penyidikan Nomor. SP. sidik 110/V/2019/Reskrim, Tanggal 22 mei 2019. Diperintahkan terhadap Kanit Reskrim Ipda Peristiawan.SH,  untuk melakukan penahanan terhadap terduga pelaku LHP. Karena diduga keras dengan bukti permulaan yang cukup telah melakukan tindak pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan, tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1) UU Nomor.17 Tahun 2016 Tentang perlindungan anak.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tumijajar Dul Hafid.Spd menegaskan. Orang tua korban telah melaporkan kejadian yang dialami anak mereka di Polsek Tumijajar.

” Saat ini hasil penyelidikan pihak penyidik tinggal di tandatangan lagi.” Kata Kapolsek saat dijumpai translampung.com pada (23/5/2019) pukul 16.00 Wib beberapa waktu lalu. (Dirman)

 

error: Content is protected !!