Lebih Dekat, Dengan Program Coca Cola Forest CCAI Lampung. Kenalkan Sejak Dini, Gugah Masyarakat Kreatif dan Cinta Alam,

0
4504
views
proses pembelajaran mengenai alam pada program coca cola forest di CCAI Lampung

Pengenalan cinta alam sejak dini menjadi bagian penting di Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Lampung. Puluhan anak paud sudah langsung dikenalkan bagaimana cara bercocok tanam dan menyayanginya. Luar biasa. Lalu seperti apa yang dilakukan?

Kemarin dengan didampingi CA. Regional Manager West Indonesia CCAI Indonesia Yayan Sopian, Direktur Trans Lampung Ismail Komar, dan Direktur Eksekutif Agra Indonesia A. Herianto menyaksikan sendiri bagaimana dan apa Coca Cola Forest tersebut. Jadi saat kita datang terbayang akan disuguhkan hutan lebat dan sebagainya. Nah, pandangan ini berubah jadi 180 derajat.
Di lokasi tersebut kita diperlihatkan bagaimana agriculture integrated ada disana, dan semua berdampingan. Hutan disitu menjadi daya tarik, meski buatan. Kita diajarkan bahwa tanaman pangan bisa hidup berdampingan. Selain ekosistem terjaga bahan pangan juga aman.
Dijelaskan Kang Yayan, kami menyapanya dengan akrab, bahwa Coca-Cola Forest adalah program penanaman pohon yang diluncurkan pada bulan November 2014 untuk mendukung konservasi air dan pengembangan masyarakat di dalam dan sekitar pabrik CCAI Lampung. Lebih dari 2.100 pohon jabon telah ditanam di dalam area pabrik CCAI Lampung yang tidak hanya akan berfungsi sebagai daerah tangkapan air, tetapi juga mendanai bantuan pendidikan untuk 7 sekolah di sekitar pabrik Lampung.
”What’s Next? Ketika pohon jabon tumbuh dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kami akan menjualnya untuk mendanai sekolah-sekolah di sekitar area pabrik. Kami memanfaatkan areal penanaman pohon menjadi fasilitas edukasi lingkungan bagi para pelajar dari sekolah setempat. Murid-murid ini diajak untuk terlibat langsung dalam program ini dengan ikut merawat pohon jabon yang ada setiap bulan,” ujar pria ini ramah.

Sekarang ini pihaknya juga sedang menggeber program pemberdayaan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian yang ada. Dijelaskan Yayan dari misalnya cabai yang dikelola masyarakat, pihaknya men treat agar nilai tambahnya lebih. Caranya dengan meningkatkan kualitas packing barang. Jika sebelumnya hanya jual cabai saja, sekarang bisa jual sambal. ”Jadi Nilai tambanya meningkat,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Herianto juga menjelaskan NGOnya sangat mendukung apa yang dilakukan CCAI Lampung. Karena itu pihaknya akan mensuport teknologi mengenai pengolahan lahan dan juga nutrisi tanaman. ”NGO kita memang konsern pada nutrisi tanaman dan juga pengolahan tanahnya. Kita memiliki teknologi yang sangat ramah lingkungan yang bisa dikerjasamakan dengan CCAI Lampung. Teknologi ini juga kita kenalkan ke masyarakat nantinya,” terang pria ramah ini, kepada Trans Lampung, kemarin. (nys)