. . .

LBH Saibumi Selatan, Desak KPK tetapkan pejabat Lamsel menjadi tersangka baru dalam kasus fee proyek.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA – Lembaga Bantuan Hukum Saibumi Selatan (Sabusel), meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun kembali menuntaskan perkara kasus fee proyek yang melibat pejabat di Lampung Selatan.

“KPK harus segera memberikan kepastian hukum terhadap pejabat lamsel yang terlibat kasus fee proyek difakta persidangan. Hingga saat ini KPK belum juga menetapkan para tersangka baru. Untuk itu, Kami (LBH Sabusel,red) secera tegas meminta KPK untuk kembali memeriksa dan menetapkan tersangka baru yang melibatkan para pejabat yakni Sekda, Kepala BPKAD, Kepala DPU beserta Kabidnya,” tegas Ketua Umum LBH Saibumi Lamsel, Hasanuddin Yunus, yang juga diamini oleh anggota Sabusel lainya, ditemui saat mengelar aksi turun kejalan didepan Tunggu Adi Pura kompleks perkantoran bupati, Selasa (10/9/2019).

Selain itu, lanjut Hasanuddin mengatakan LBH Sabusel juga menunggu tidak lanjut dari KPK terkait adanya dugaan transaksi jual beli jabatan pada kegiatan Rolling dan non job jabatan yang berdampak 18 orang yang dinon jobkan.

“Lamporan dugaan tersebut, sudah kami sampaikan kepada KPK belum lama ini dengan nomor agenda 2019-09-000013,” kata dia.

Aksi LBH Sabusel turun kejalan ini juga, ditambahkan dia untuk memberikan dukungan kepada KPK terkait Revisi Undang-Undang No.30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan tindak pidana korupsi atau RUU KPK yang tengah digodok DPR RI.

“Untuk itu LBH Sabusel, secara tegas menolak terhadap RUU KPK yang dinilai telah melemahkan KPK,” kata dia.

Sementara itu, ditemui Translampung.com secara terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Ir.Fredy Sukirman dimintai komentarnya dan tanggapanya terkait dirinya terlibat pada fee proyek diera bupati lamsel Zainuddin Hasan dalam fakta dipersidangan enggan berkomentar.

“Oh kalau soal itu, nggak perlu saya komentarinlah. Biarkan itu ranahnya KPK,” cetus dia singkat, sambil berlalu meninggalkan Masjid Agung Kalianda usai sholat dzuhur.(Johan)

error: Content is protected !!