Layani Inseminasi Buatan Gratis, Pemkab Lamteng Targetkan 60 Ribu Sapi Bunting

0
167
views

TRANSLAMPUNG.COM, LAMTENG – Upaya merealisasikan program swasembada daging terus dilakukan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah. Tak hanya membentuk kampung ternak, dalam rangka merealisasikan 60 ribu sapi bunting, Pemkab memberikan layanan kawin suntik (inseminasi buatan) secara gratis.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng, Taruna, mengatakan program insminasi buatan telah digulirkan dengan target sapi bunting 60 ribu ekor. Saat ini telah terealisasi 35 persen atau sekitar 21 ribu ekor sapi bunting. Layanan kawin suntik ini, kata dia, diberikan secara gratis.

“Program kawin suntik secara masal ini dilakukan ditiap kecamatan.  Program ini sudah kita lakukan per awal Juni dan di targetkan sampai akhir Desember 2017 dapat terealisasi,” ungkapnya, Kamis, 14/9/2017.

Menurutnya pelayanan IB gratis itu diwujudkan untuk mendukung program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan jumlah populasi sapi.

“Kami telah mengerahkan 130 petugas yang tersebar di setiap kecamatan. Sebelumnya penggunaan jasa kawin suntik dikenai biaya sekitar Rp 50.000 untuk sekali suntikan. Saat ini sedang ada program pelayanan IB gratis. Peternak juga bisa konsultasi langsung dengan petugas,” imbuh Taruna.

Selain pelayanan IB, dalam Upsus Siwab ada progam penanganan gangguan reproduksi terhadap sapi betina. Terutama, untuk sapi yang dikategorikan majer atau mandul. Penanganannya akan dilakukan dengan pemberian hormon khusus dan pakan berkualitas berupa konsentrat.

“Kita sedang kejar target, penerapan kawin suntik bisa berulang. Jika setelah disuntik juga belum bunting, maka akan dikawin suntik ulang. Kalau sampai beberapa kali gagal bunting, maka sapi tersebut baru dilabeli majer dan selanjutnya bisa diafkir atau dipotong untuk dijual dagingnya,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa menuturkan, guna merealisasikan target swasembada daging sebelumnya Pemkab telah membentuk kampungternak terpadu di tiap-tiap kampung di Lampung Tengah.

Ditargetkan setiap kampung bisa memelihara10 ekor sapi. Dengan adanya layanan inseminasi buatan gratis mudah-mudahan semakin menunjang target swasembada daging di Lampung Tengah dan nasional.

“Harga daging sapi terus naik. Indonesia masih kurang stok daging sampai akhirnya impor. Jika peternak kita digerakkan lebih massif, saya percaya kebutuhan daging dapat terpenuhi. Selain itu pengangguran di Lamteng akan berkurang dan kemandirian ekonomi akan tercipta,” papar Mustafa. (*)