Lampung Surganya Pariwisata, Asal Pemerintah Serius Bangun Infrastruktur

0
475
views

translampung.com – Pariwisata di Lampung jadi pilihan bisnis menjanjikan? Mengapa tidak. Selain di Lampung sudah tersedia secara alami mengolahnya juga tidaklah sulit. Asal mau saja dan pasti jadi. Saat ini yang menjadi primadona adalah wisata laut. Begitu banyak peluang usaha tercipta, sampai-sampai sekarang nelayan banyak yang alih profesi menjadi ”Pemandu Wisata” dadakan.

Bagaimana tidak satu hari sewa bisa Rp500 ribu sampai Rp1 Juta. Lumayan bukan dibandingkan saat menjadi nelayan. Sembari melayani pengunjung mereka juga terhibur mengawal pengunjung dari berbagai daerah.

Hal lain yang terangkat adalah ekonomi pesisir. Bayangkan wisatawan yang jauh dari Palembang, Jawa Barat, Jakarta dan Jogya sudah memilih Lampung sebagai destinasi wisatanya. Ya destinasi seperti Pahawang misalnya sudah menjadi ikon pariwisata Lampung. Wisawan pasti mencari Pahawang. Luar biasa bukan. Padahal banyak sekali destinasi wisata di Lampung.

Tahun 2014-2015 tamu hotel jika datang ke Lampung hanya ingin konfrensi atau seminar. Kali ini tidak. Coba kita tengok mulai Jumat saja rasanya sudah sesak jika melewati kota Bandarlampung. Untuk menuju lokasi wisata seperti pahawang saja kita sudah kerepotan. Memang jika pemerintah tidak memperhatikan secara serius soal infrastuktur jalan ini bukan tidak mungkin Pahawang akan menjadi Anyer ke dua. Sebab dengan jalan yang sempit bukan tidak mungkin akan terjadi kemacetan parah menuju ke lokasi yang berimbas feel wisatawan sudah hilang. Maksud hati ingin lepas dari kemacetan masuk lagi deh macet di Lampung.

Wisatawan di Lampung saat ini sudah memasuki pase penting. Dulu hanya ingin melihat-lihat saja dan membeli sekarang sudah memasuki pase lebih dalam wisata kuliner. Diakui bahwa masakan di Lampung memiliki cita rasa khas dan berani. Sehingga rasanya begitu maknyus dan tak terlupa.

Oleh-oleh alias buah tangan misalnya. Dari pengalaman saya masih banyak wisatawan yang mengeluhkan begitu mahalnya. Berbeda jika di daerah lain. Ini sebenarnya peluang juga bagi kita untuk menjadikan hal ini sebagai industri yang tentu saja akan berimbas pada harga yang lebih terjangkau. Tentu saja ini akan menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.

Pemerintah perlu sangat serius memperhatikan ini dengan memberikan tidak hanya perhatian saja, tapi juga insentif untuk industri kreatif. Jangan malah sebaliknya malah membuat industri kreatif lumpuh dengan peraturan-peraturan yang merepotkan. Biarkan industri ini berjalan dulu dan menyedot banyak investasi dan tenaga kerja sehingga perekonomian bergerak.

Saya tidak bisa membayangkan jika jalan tol nanti jadi. Kesiapan kita untuk menyambut wisatawan itu seperti apa. Sebab jika kita tidak siap maka peluang ini akan diambil oleh daerah lain. Kita memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh Palembang misalnya. Apa itu? Yah Laut. Inilah yang mesti dikembangkan. Dan pemerintah dukunglah dengan pembangunan infrastruktur secara serius jangan slogan semata. (Adi Susanto, pemerhati pariwisata)

 

LEAVE A REPLY