. . .

Lampung Perkenalkan Filosofi Budaya

image_print

HUT KE-43 TMII

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung Didik Suprayitno melakukan kunjungan kerja ke Anjungan Lampung dan stand pameran Lampung yang ada di Gedung Sasana Kriya TMII, dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke-43, di TMII, Jakarta, Sabtu (21/4).

Didik berharap Anjungan Lampung dioptimalisasikan sebagai salah satu upaya memperkenalkan filosofi akar budaya Lampung.

“Saya berharap Anjungan Lampung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dapat terus ditingkatkan dan dioptimalisasikan sebagai salah satu upaya dalam memperkenalkan filosofi akar budaya Lampung kepada para pengunjung,” ujar Didik Suprayitno saat meninjau Anjungan Lampung tersebut.

Selama di Anjungan Lampung, Pjs. Gubernur Lampung, melakukan peninjauan di seluruh area Anjungan serta melakukan silaturahmi dengan pejabat, karyawan/karyawati anjungan Lampung.

“Optimalisasi dan peningkatan sarana dan prasarana anjungan Lampung di TMII harus terus dilakukan, hal ini dapat menjadi salah satu upaya khusus kita dalam memperkenalkan adat budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia, bahkan mancanegara,” jelasnya.

Didik juga berharap tunjangan kinerja para pejabat dan PNS di Anjungan Lampung dapat disesuaikan dengan kinerja dan biaya hidup di ibukota Jakarta.

Ia menjelaskan pada saat meninjau Anjungan Lampung, baru terdapat beberapa stand pameran yang terisi seperti Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Tengah dan Lampung Selatan.

“Masih ada beberapa stand pameran yang kosong. Untuk itu,  saya menghimbau kepada bupati/walikota untuk mengisi stand yang ada di ruang pamer Anjungan Lampung TMII ini. Hal ini sangat diperlukan karena pengunjung dari seluruh Indonesia khususnya masyarakat Lampung berdomisili di Jakarta dapat melihat dan mengetahui informasi yang menyangkut adat dan budaya masing-masing kabupaten kota di Lampung,” jelas Didik.

Setelah melakukan kunjungan di Anjungan Lampung, Pjs. Gubernur Lampung melakukan kunjungan ke stand pameran Museum Lampung dan stand pameran Lampung Barat di Gedung Sasana Kriya TMII.

Menurut Pjs. Gubernur, stand pameran yang ada tersebut sangat bagus untuk memperkenalkan produk dan budaya masing-masing daerah. Misalnya, Stand Museum Lampung sangat bagus dalam memperkenalkan filosofi akar budaya Lampung kepada para pengunjung, seperti pakaian adat Lampung, filosofi siger Lampung, pembuatan tapis Lampung,  serta filosofi potong gigi.

“Selain itu, terdapat stand Lampung Barat yang tidak hanya memperkenalkan adat Lampung Barat, tetapi juga mengenalkan produk makanan khas Lampung Barat seperti madu pahit, keripik pisang coklat dan aneka dodol,” tutupnya. (*)

error: Content is protected !!