Lalat Serbu Rumah Warga

0
488
views
LALAT: Seorang anak yang sedang tidur pulas dihinggapi lalat yang selama sepekan ini mewabah di Seleretno, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.

Warga Belum Lapor, Camat Kesulitan Tentukan Titik

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Sudah lebih dari sepekan, warga desa Seleretno, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkam banyaknya lalat yang mengerubungi perumahan warga.
“Tau ini mas, sudah seminggu ini rumah kami diserbu lalat. Hampir setiap hari saya dipusingkan oleh lalat-lalat yang hinggap disetiap sudut didalam ruangan dan diluar ruangan, untuk mengusir binatang lalat ini,” ujar iwan, salah seorang warga setempat, ketika ditemui dikediamannya, Rabu (12/7).

Kondisi lalat yang banyak ini, lanjut dia dikhawatirkan akan menyebarkan virus pembawa penyakit bagi warga.
“Kami jadi khawatir terkena penyakit yang dibawa oleh binatang lalat ini, kita tau sendiri lalat ini salah satu binatang penyebar virus penyakit,” ujar dia.

Ditanya apakah sudah melapor kepada aparat desa dan pihak Puskesmas terdekat, terkait banyaknya lalat ini? Iwan mengaku belum melaporkan jika banyak lalat.

“Kalau melapor belum mas, karena saya pikir lalat-lalat ini biasa yang sering hinggap. Tapi saya heran kok tiap hari semakin banyak. Makanya dalam waktu dekat ini rencananya kami bersama warga lainnya akan melapor kepada aparat desa,” kata dia.

Disinggung, apakah banyak lalat ini bersumber dari perusahan seperti dari peternakan sapi Juang Jaya dan Rumah Pemotongan Hewan milik dinas peternakan? Iwan mengaku tidak tau pasti dari mana sumbernya lalat tersebut
“Kalau masalah dari mana datangnya lalat ini,  itu saya nggak tau pasti. Yang jelas sekarang ini banyak lalat disekitar perumahan warga,” ujar dia.
Sementara itu, Camat Sidomulyo mengakui jika banyak lalat yang menyerang dibeberapa rumah warga. Tetapi, untuk mengetahui secara pasti dimana desa yang paling banyak lalatnya, didirinya hingga kini belum mendapat laporan dari pihak desa.

“Kalau informasinya sudah tiga hari yang lalu bahwa banyak lalat. Tetapi, untuk mengetahui secara pasti desa yang diserang lalat ini kami masih kesulitan. Untuk itu, kami menghimbau kepada warga untuk segera melapor agar persoalan ini dapat segera diatasi,” kata Affendi saat dihubungi Translampung.
Disinggung apakah ada keterkaitan penyebab banyaknya lalat ini bersumber dari perusahan? Affendi belum bisa menuding dari pihak perusahan tersebut. Makanya kami sekali lagi meminta kepada warga untuk melapor, jika terbukti banyak lalat itu bersumber dari perusahan, maka kami segera memanggil pihak perusahan untuk melakukan penyemprotan pembasmian lalat.

“Jika terbukti sumber lalat itu datangnya dari perusahan, maka kami dapat meminta pihak perusahan untuk dapat bertanggung jawab akibat banyak lalat dirumah warga tersebut,” tegas dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga penyebab banyak lalat saat ini dikarenakan ada beberapa tempat yang bisa mendatangkan binatang lalat seperti dari perusahaan hewan ternak milik PT. Juang Jaya, Rumah Potong Hewan dan Pernakan Ayam.(jhn)