Lakalantas Randis Berpelat Palsu Sisakan Teka-Teki

0
1343
views

 

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang melibatkan kendaraan dinas (randis) roda empat dan menelan satu korban jiwa, masih menyisakan teka-teki. Sehingga sampai kemarin (20/6), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal, masih melakukan pendalaman guna menyingkap tabir misteri seputar lakalantas dan penggunaan nomor polisi (nopol) palsu randis nahas tersebut.

Kanit Laka Satlantas Polres Lampung Selatan Iptu. John Lozy mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami kasus lakalantas randis tersebut. Guna mendapatkan keterangan lebih lengkap, pihaknya sudah memanggil lima saksi yang melihat kejadian saat lakalantas terjadi.

“Tapi kalau soal pemanggilan terhadap oknum pejabat pemegang randis sekaligus pengendara saat kejadian dalam rangka pemeriksaan, kami masih melengkapi berkas-berkasnya. Nanti jika berkas sudah lengkap, pasti oknum pejabatnya akan kami panggil,” tegas John Lozy, mendampingi Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Rafli Yusuf Nugraha, saat dihubungi Trans Lampung kemarin.

Terpisah, Kasatreskrim AKP Rizal Efendi ketika dikonfirmasi terkait penggunaan pelat palsu mengatakan, bahwa randis tersebut memiliki surat-surat lengkap. Namun pelat (nopol) diganti oleh pengendara, dengan dalih berbagai alasan.

“Artinya randis ini asli bukan bodong, sehingga randis tersebut tidak bisa dikenakan sanksi pelanggaran. Namun sanksi internal terhadap oknum pejabat pemegang randis, bisa diberikan oleh Pemkab (Lampung Selatan),” ujar Rizal seusai ekspose Operasi Cempaka yang berlangsung di aula mapolres setempat.

Meski demikian, satreskrim juga masih menunggu progres dari pemeriksaan Unit Laka Satlantas karena kasusnya berawal dari kecelakaan lalulintas.

“Inikan kasusnya berawal dari kecelakaan, makanya kami menunggu dari satlantas yang mempunyai ranahnya,” sebut kasatreskrim.

Sayangnya, pernyataan Rizal Efendi soal penggunaan pelat palsu, terkesan tak sinkron dengan komentar yang disampaikan oleh John Lozy, bahwa untuk kasus pelat palsu diproses di satreskrim. Sebab satlantas menangani kasus kecelakaannya.

“Jika ada tindak pidananya tentang penggunaan pelat palsu, nanti satreskrim yang akan memprosesnya, mengapa mesti menunggu dari hasil proses satlantas. Silakan saja mereka (satreskrim, Red) melakukan penyelidikan dari kasus ini. Toh ini juga tidak ada yang dirugikan dalam proses penyelelidikan ini. Jika terbukti melakukan pelanggaran sesuai yang disangkakan, silakan dari satreskrim. Kami dari satlantas punya sanksi sendiri soal lakalantasnya,” pungkas John Lozy. (jhn/ayp)