. . .

Lagi, Polres Lampura Bekuk Pelaku Cabul

image_print

TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Satreskrim Polres Lampung Utara, yang dipimpin Kanit PPA, berhasil menangkap pelaku yang melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap Bunga (nama samaran) warga Kabupaten Lampung Utara. Kamis (14/03/2019)
Terduga Pelaku RH (20) warga Kelurahan Kotabumi ilir,  Kecamatan Kotabumi ditangkap di depan rumah makan yang berada di komi, kotabumi ilir.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono mewakili Kasat Reskrim AKP Donny Kristian Bara’langi mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi pada kamis tanggal 7 maret 2019, bermula saat korban sebut saja bunga warga Lampung Utara berkenalan dengan pelaku RH melalui pesan What’s Up.
Lalu pada hari minggu tanggal 10 Maret 2019 sekira pukul 09.30 Wib, korban dan pelaku bertemu. Kemudian pelaku membawa korban kerumah temannya yang beralamat di Margodadi Kelurahan Kotabumi Ilir Kecamatan Kotabumi.
” Pelaku melakukan perbuatan bejat itu dirumah temannya yang berinisal AG,” ucap Donny
Lanjut Donny,  Pelaku melakukan perbuatan yang pertama melakukan perbuatan persetubuhan sekitar jam 13.00 Wib, yang kedua sekira jam 23.30 Wib, dan kemudian sekira jam 05.30 Wib.
”  Perbuatan tersebut dilakukan oleh pelaku dengan cara memaksa dan mengancam akan membunuh korban bila menolak diajak berhubungan badan,” paparnya
Dan erdasarkan hasil introgasi petugas pelaku RH diketahui merupakan Residivis curat. Selain pelaku pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti  Pakaian korban.
Satu helai Baju kemeja warna hitam putih, satu helai jilbab kembang-kembang warna putih, BH warna ungu, Celana dalam warna Putih, Visum korban
” Saat ini pelaku telah diamankan dimapolres lampura guna penyelidakan dan pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatan sebagaimana dimaksud didalam Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, ” pungkasnya (Iwan/ek)
error: Content is protected !!