Lagi-Lagi Angkutan Batu Bara

Diduga Langgar UU, Posko Mawar Datangi Dishub Waykanan

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Posko Mawar, melakukan audensi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Waykanan, Selasa (13/2).

Audiensi masyarakat Posko Mawar diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Waykanan, Armansyah dan Kabid Perhubungan Darat, Kasanudin. Dipertemuan tersebut masyarakat menyampaikan keluhan terhadap makin merajalelanya angkutan bermuatan Batubara di jalan lintas Sumatera wilayah Kabupaten Waykanan.

Menurut juru bicaranya Posko Mawar, Muslimin mengatakan, banyak sudah pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha angkutan Batubara, selain undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan. Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang tambang, mineral dan Batubara. Peraturan Mentri ESDM nomor 34 tahun 2017 tentang perizinan dibidang pertambangan mineral dan Batubara. Undang-undang nomor 22 tentang lalulintas dan angkutan jalan.

“Tujuan kami ke Dinas Perhubungan ini, untuk mengajak kita semua agar melaksanakan perintah undang-undang. Tingkat koordinasi antar lembaga, Dinas Perhubungan Kabupaten dan Dinas Perhubungan Provinsi, dengan Polres dan Polda perlu ditingkatkan. Dan kami sebagai masyarakat siap mendukung, agar angkutan Batubara tidak melintas lagi, atau minimal angkutannya tidak melebihi tonase,” harap Mualimin.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Perhubungan Darat Kasanudin mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi keinginan masyarakat yang disampaikan oleh Posko Mawar, dan berjanji akan menindak lanjutinya.

“Keterbatasan kewenangan membuat kami harus meminta waktu untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait, baik DPRD, Kepolisian dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Puluhan warga yang tergabung dalam Posko Mawar, tepat pukul 9.00 wib, melakukan aksi damai menolak melintasnya angkutan Batubara dijalur Lintas Tengah Sumatera Kabupaten Waykanan, dengan memasang spanduk dan membagikan pamplet di kampung Negeri Baru Kacamatan Bambangan Umpu, Selasa (6/1).

Menurut koordinator aksi Edi Siswana, aksi damai tersebut merupakan aksi permulaan dari aksi-aksi selanjutnya, sampai pada akhirnya kendaraan Batubara tidak melintas lagi di jalur lintas tengah sumatera.

“Rangkaian aksi sudah kami susun dan kami rencanakan dengan baik, mulai dari aksi damai, aksi simpatik, sampai kepada aksi penyetopan truk kendaraan Batubara. Aksi ini terstruktur dan satu komando dibawah kendali saya,” tegas Edi Siswana yang akrab dipanggil Salam itu.

Alasan harus dihentikan melintasnya Batubara menurut Edi, selain terjadi pelanggaran terhadap

“Banyak aturan yang sudah dilanggar oleh transportir Batubara, karenanya harus ada tindakan tegas dari pihak terkait terutama kepolisian, tangkap dan penjarakan para tranaportir itu,” kata Edi Siswana dengan nada tinggi.

Masih menurut Edi, aksi posko Mawar kali ini juga merupakan dukungan suatu bentuk dukungan moral terhadap surat keputusan bersama, terkait penghentian melintasnya angkutan Batubara, yang disepakati pada tanggal 18 Juli 2017 dan ditanda tangani oleh unsur pimpinan DPRD Waykanan, Kasat Lantas Polres Waykanan, Kasdim 0427 Waykanan, tokoh masyarakat, APDESI dan pimpinan ormas, yang hingga saat ini belum dicabut. (yhs/hkw)

News Reporter