. . .

Lagi Asik Nyabu, Spesialis Curanmor Di Lampura Ditangkap Polisi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM

KOTABUMI – Tekab 308 Polres Lampung Utara berhasil meringkus spesialis pelaku curanmor dengan menggunakan kunci T,  jum.at (15/9)
NA ( 25) warga dusun 1 Desa Bumi Agung Marga Kecamtan Abung Timur  ditangkap dirumahnya karena diduga sebagai pelaku spesialis curanmor dengan menggunankan kunci T, yang sering beraksi di Wilayah Hukum Polres Lampura.
Kapolres Lampung Utara melalui Kasat Reskrim AKP Donny Kristian Bara’langi menjelaskan, Penangkapan pelaku ini berawal dari penyelidikan perkara tindak pidana curanmor di depan Toko Butik Kaliumban Kelurahan Kota Gapura.
Setelah dilakukan penyelidikan di lapangan pelaku berhasil kita amankan berikut barang bukti 1 buah kunci leter T, pakaian pelaku pada saat melakukan tindak pidana dan onderdil sepeda Motor. “Pelaku ditangkap dirumahnya pada saat sedang asik Nyabu,”  ucap Donny
Setelah kita mintai keterangan diketahui ternyata pelaku ini sudah melakukan aksi curanmor sebanyak 5 kali di tempat yang berbeda.
Pertama pelaku mengambil motor Honda Beat warna hitam di Jalinsum Desa Beringin pada bulan Mei 2018 dan sepeda motor Yamaha Zupiter MX warna hijau di Jalan kali umban pada bulan Juni 2018.
Kemudian pada bulan Juli 2018 pelaku melakukan pencurian Sepeda motor Honda Beat warna hitam di depan RM Musi Raya Jalan Soekarno Hatta dan sepeda motor Honda Beat warna Pink di SMA 1 kotabumi serta sepeda motor Honda Beat  warna Putih di depan Toko Butik Kaliumban pada bulan Agustus 2018.
” pelaku mengambil sepeda motor milik korban nya pada saat di parkir dengan cara merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci Leter T lalu membawa pergi sepeda motor milik korban,” terang Kasat
Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Lampung Utara untuk proses penyidikan. ” Pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara dan pasal 112 dan 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,”pungkasnya (eka)