Kuota Haji Nasional Normal, Harapkan Kuota Tanggamus Bertambah

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Kementrian Agama (Kemenag) Tanggamus memperkirakan ada peningkatan kuota jumlah calon jamaah haji untuk tahun 2017. Hal itu seiring dengan normalnya kuota haji seluruh Indonesia, yakni 211 ribu orang mulai tahun ini.

Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kemenag Tanggamus Hi. Aswari mengatakan, memang sampai sekarang belum ada kepastian resmi jumlah kuota haji untuk Tanggamus. Namun dari kuota secara nasional yang kembali normal, maka semestinya kuota Tanggamus pun meningkat dari tahun 2016 lalu sebanyak 250 orang.

“Alhamdulillah kuota Haji Indonesia kembali seperti semula. Itu artinya kuota calon jamaah haji, khususnya Tanggamus yang dulunya 250 orang, semoga tahun ini bisa menjadi 300 orang,” ujar Aswari, mendampingi Kepala Kemenag Tanggamus Hi. M. Yusuf, kemarin (7/2).

Aswari memang berharap, agar kuota jemaah haji meningkat, supaya mengurangi lamanya masa tunggu keberangkatan atau waiting list. Sebab saat ini, lebih kurang 3.500 calon jamaah haji masuk waiting list keberangkatan. Dan untungnya ada kebijakan dari Dirjen Kementerian Agama, untuk jamaah calon haji yang telah memasuki usia di atas 75 tahun dan telah mendaftar tiga tahun sebelumnya, dapat diusulkan untuk diberangkatkan.

Sedangkan umur di bawah 75 tahun setelah pendaftaran, menunggu hingga 16 tahun. Namun tentunya waktu tunggu tersebut bisa saja berubah, seiring dengan normalnya kembali kuota haji Indonesia tahun ini. Dengan demikian, jika kuota haji untuk Tanggamus tahun ini bertambah, bisa semakin mengurangi jumlah calon jamaah haji yang sudah berada di waiting list.

“Kalau tahun lalu, ada kebijakan dari Dirjen Kementerian Agama, bahwa calon jamaah haji pada saat pendaftaran telah berusia 75 tahun, diusulkan bisa berangkat tiga tahun setelah pendaftaran. Kalau untuk tahun ini, kebijakan seperti itu masih ada atau tidak, kami belum mengetahuinya. Dan waktu tunggu bagi calon jamaah haji yang dulunya 16 tahun mungkin juga bisa berkurang,” ungkap Aswari.

Ia juga menjelaskan, apabila ada penambahan kuota, maka pihaknya akan memberitahu Kantor Urusan Agama (KUA) tiap kecamatan. Demikian juga melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. Itu dilakukan apabila nomor porsi jemaah sudah keluar. Maka KUA dan KBIH memberitahukan kepada calon jemaah yang nomor porsinya tertera, supaya melakukan pelunasan ongkos naik haji di bank-bank yang sudah ditunjuk atau bank tempatnya mendaftar semula.

“Persyaratan bagi calon jamaah haji lainnya melampirkan tamatan sekolah, buku nikah, akta kelahiran, KTP, surat keterangan kesehatan dari puskesmas yang ditunjuk yakni di Kecamatan Wonosobo, Kotaagung, Gisting, Talangpadang, dan Pulaupanggung. Karena dalam hal keterangan kesehatan ini, akan diperiksa secara mendetil baik golongan darah, surat keterangan ahli waris yang dibuat oleh kepala pekon, diketahui oleh camat, dan foto haji,” tandas Aswari.(ayp)

News Reporter