Kuota Haji Lampung Bertambah 792 CJH

TRANSLAMPUNG.COM- Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Muslim di Indonesia, dimana kuota haji yang pada tahun 2016 dijatah sebanyak 168.800 porsi haji kini di tahun 2017 porsi haji bertambah menjadi 221 ribu.

Kenaikan ini tentu akan berimbas untuk beberapa daerah yang akan bertambah jumlahnya kuota hajinya, salah satunya untuk Provinsi Lampung yang kuotanya dikembalikan ke 6282 Calon Jemaah Haji (CJH) dengan penambahan sebesar 792 CJH sehingga Kuota Haji Lampung mencapai 7.074 CJH.

Dijelaskan oleh Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, penambahan ini dilakukan setelah sebelumnya pengurangan kuota sudah dilakukan sejak tahun 2013 dengan penundaan 20 persen dari pemerintah Arab Saudi karena pembangunan masjidil haram, sehingga kuota haji Provinsi Lampung dari tahun 2013-2016 dijatah hanya 5026.

Diapun menjelaskan, untuk CJH dimasing-masing kabupaten/kota disesuaikan dengan daftar tunggu (waitinglist).

Sementara dibeberapa daerah, kabar baik ini disambuat positif sehingga penambahan kuota untuk Provinsi Lampung dapat mengurangi waitinglist dimasing-masing kabupaten/kota
Seperti Kementrian Agama (Kemenag) Tanggamus memperkirakan tahun ini akan ada peningkatan kuota calon jamaah haji. Hal itu menyusul normalnya kuota haji seluruh Indonesia, yakni 211 ribu orang mulai tahun ini.

Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kemenag Tanggamus Aswari mengatakan, memang sampai sekarang belum ada kepastian resmi jumlah kuota haji untuk Tanggamus. Namun dari kuota secara nasional yang kembali normal, maka seyogyanya kuota jamaah haji Tnggamus pun meningkat tahun ini. Pada tahun 2016 lalu, kuotanya sebanyak 250 orang.

“Alhamdulillah kuota Haji Indonesia kembali seperti semula. Itu artinya kuota calon jamaah haji, khususnya Tanggamus, yang dulunya 250 orang semoga tahun ini bisa menjadi 300 orang,” ujar Aswari, mendampingi Kepala Kemenag Tanggamus M. Yusuf, kemarin (6/3).

Aswari memang berharap, agar kuota jemaah haji meningkat, supaya mengurangi lamanya masa tunggu keberangkatan atau waiting list. Sebab saat ini, lebih kurang 3.500 calon jamaah haji masuk waiting list keberangkatan. Dan untungnya ada kebijakan dari Dirjen Kementerian Agama, untuk jamaah calon haji yang telah memasuki usia di atas 75 tahun dan telah mendaftar tiga tahun sebelumnya, dapat diusulkan untuk diberangkatkan.

Sedangkan umur kurang dari 75 tahun setelah pendaftaran, menunggu hingga enambelas tahun. Namun tentunya waktu tunggu tersebut bisa saja berubah, seiring dengan normalnya kembali kuota haji Indonesia tahun ini. Dengan demikian, jika kuota haji untuk Tanggamus tahun ini bertambah, bisa semakin mengurangi jumlah calon jamaah haji yang sudah berada di waiting list.

“Kalau tahun lalu, ada kebijakan dari Dirjen Kementerian Agama, bahwa calon jamaah haji pada saat pendaftaran telah berusia 75 tahun, diusulkan bisa berangkat tiga tahun setelah pendaftaran. Kalau untuk tahun ini, kebijakan seperti itu masih ada atau tidak, kami belum mengetahuinya. Dan waktu tunggu bagi calon jamaah haji yang dulunya 16 tahun, dengan normalny kuota haji Indonesia, mungkin juga bisa berkurang,” jelas Aswari.

Ia juga mengungkapkan, apabila ada penambahan kuota jamaah haji tahun ini, maka kemenag akan memberitahu Kantor Urusan Agama (KUA) tiap kecamatan. Demikian juga melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. Itu dilakukan apabila nomor porsi jemaah sudah keluar. Maka KUA dan KBIH memberitahukan kepada calon jemaah yang nomor porsinya tertera, supaya melakukan pelunasan ongkos naik haji di bank-bank yang sudah ditunjuk atau bank tempatnya mendaftar semula.

“Persyaratan bagi calon jamaah haji lainnya melampirkan tamatan sekolah, buku nikah, akta kelahiran, KTP, surat keterangan kesehatan dari puskesmas yang ditunjuk, yakni di Kecamatan Wonosobo, Kotaagung, Gisting, Talangpadang, dan Pulaupanggung. Karena dalam hal keterangan kesehatan ini, akan diperiksa secara menyeluruh mulai dari golongan darah, surat keterangan ahli waris yang dibuat oleh kepala pekon, diketahui oleh camat, dan foto haji,” tandas Aswari.

Kuota CJH Lamsel bertambah 83 jamaah

Sedangkan untuk Kabupaten Lampung Selatan, Kuota haji dipastikan ada penambahan sebanyak 83 calon jemaah haji (CJH) asal Lampung Selatan pada tahun 2017. Dimana, sebelumnya kuota haji hanya 192 orang calon jemaah haji (CJH) dengan Sembilan orang CJH cadangan.

“Sebelumnya kuota haji hanya 192 orang calon jemaah haji (CJH) dengan 9 orang CJH cadangan. Dengan total keseluruhan menjadi 331 orang dengan cadangan 18 orang. Artinya, pada tahun 2017 ini, terdapat penambahan jumlah CJH yang akan diberangkatkan ketanah suci Mekah sebanyak 83 orang,” kata Kepala Seksi Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Selatan Nurlela, saat ditemui diruangannya, Senin (6/3).

Lebih lanjut Nurlela mengatakan, yang dimaksud dengan CJH cadangan adalah jika nanti di akhir akan pemberangkatan haji tidak terpanggil. Maka, mereka (CJH cadangan) sebanyak 18 orang tidak diberangkatkan. Oleh karena itu, para CJH cadangan diminta membuat surat pernyataan.

“Mereka yang menjadi CJH cadangan tetap diwajibkan melunasi ongkos naik haji (ONH) dan membuat pasport. Tapi, jika CJH cadangan pada akhirnya terpanggil akan diberangkatkan ketanah suci Mekah,” kata dia.

Dijelaskan dia, para CJH cadangan ini jika pada tahun 2017 tidak diberangkatkan ketanah suci Mekah. Maka, pada tahun berikutnya yakni tahun 2018 secara otomotis akan berangkat ketanah suci Mekah. Karena, datanya sudah masuk dalam sistem Informasi dan komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

“Data awal, terdapat 9 orang CJH cadangan. Begitu, ada penambahan kuota haji. Maka, secara otomatis 9 orang CJH cadangan tersebut langsung masuk dalam siskohat dan pada tahun 2017 ini akan diberangkatkan ketanah suci Mekah,” jelas dia.

Mengenai tahapan apa yang telah dilakukan CJH asal Lampung Selatan, ditambahkan dia hingga kini belum ada. Bahkan, untuk pelunasan ongkos naik haji (ONH) pun belum.

“Kami mengarahkan dan menghimbau agar para CJH asal Lampung Selatan dapat segera melakukan pembuatan pasport. Karena, saat ini untuk pembuatan pasport dilakukan secara mandiri. Selain itu, kami juga meminta kepada para CJH dapat menjaga kesehatanya,” pungkasnya.

Sementara untuk Kabupaten Waykanan, Kasi penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Way Kanan Joko Susanto mengatakan, penambahan kuota Haji di tahun 2017 baru akan ketahui lewat berita, baik cetak maupun elektronik. Tapi secara realisasi saat ini belum bisa dilaksanakan, masih menunggu instruksi dari kementrian agama.

Terkait daftar tunggu jamaah haji, Joko menjelaskan, terjadi perubahan waktu daftar tunggu, yang semula sampai tahun 2035, dimajukan hingga 2029.(ayp/jhn/yhs/isw)

News Reporter