Kuasa Hukum RSMH: Klien Kooperatif dan Operasi Sesuai SOP

0
386
views

translampung.com – Terkait meninggalnya tiga pasien yang diduga setelah menjalani operasi, Rumah Sakit Mitra Husada (RSMH) Pringsewu menegaskan tindakan yang dilakukan dalam menangani pasien sudah sesuai standar operasional (SOP).

“Ada kejadian yang tak diharapkan yakni meninggalnya tiga  pasien. Mengenai  penyebabnya apa  sedang ditangani tim terkait. Kalau menurut kami sudah cek dan sesuai SOP,” klaim tim kuasa hukum RSMH, Robert Oktafianus dari Kantor Advokat Seroja yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Minggu (10/4).

Dikatakan, pihaknya juga berterima kasih adanya kepolisian, Kemenkes dan BPOM yang melakukan investigasi.

“Artinya bisa diketahui apakah humam error, atau memang ada kesalahan obat atau apa resiko medis kita juga belum tahu,” terang Robert.

Dia memastikan kliennya tetap kooperatif kepada berbagai pihak yang merasa perlu melakukan investigasi.

Berkaitan dengan obat anastesi Bupivacain injeksi Bernofarm yang diduga digunakan RSMH Pringsewu menyatakan masih ada. Karena, adanya surat edaran dari Kemenkes RI pada tanggal 7 April 2016 bahwa obat itu supaya tidak dapat digunakan lagi. Menurut Robert sebelumnya RSMH ini sudah pernah menggunakan obat ini.

“Sudah pernah sejauh ini tidak ada masalah. Baru kejadian tanggal 4 April 2016 ini saja. Kita tidak bisa mengeluarkan statement apapun masalahnya. Yang pasti ini perlu diselidiki lebih dulu,” tegasnya.

Terkait pendampingan hukum lanjut, menurut Robert sudah mendampingi 2 orang dari RSMH Pringsewu yang dimintai keterang oleh kepolisian.

“Kemarin yang diminta keterangan dokter anestasi dengan asistennya ini berjalan lancar. Kami masih menuggu perkembangan dari Polda,” ungkapnya. (mul/tnn)

LEAVE A REPLY