. . .

Kuasa Hukum: Jika Gugur Siap Banding ke Jakarta

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kuasa hukum pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung nomor urut 2 Herman HN – Sutono, Leinstan Nainggolan menilai bahwa pasangan calon gubernur No.3 Arinal-Nunik diduga telah melakukan pelanggaran pemilu money politik dalam Pilgub Lampung.

Nelson merujuk ke Perbawaslu Nomor 13 Tahun 2017 Pasal 13 yang menyatakan larangan menjanjikan dan memberikan uang untuk mempengaruhi penyelenggaraan pemilihan secara terstruktur, sistematis dan masif.

“Atas dasar itu kami menuntut KPU untuk membatalkan hasil Pilgub pada 27 Juni silam,” katanya dalam konfrensi pers, Senin (16/7).

Sementara rekannya, Tahura Malagiano mengatakan fakta persidangan menunjukkan bahwa ada pengerahan kepala desa dalam kampanye Arinal-Nunik.

“Ada penyaluran uang. Pemberian uang transportasi. Sekaligus ajakan untuk meminta warga memilih paslon no.3  di kampungnya,” katanya

Ia juga merujuk kepada penggunaan amplop yang identik di seluruh Lampung. “Setiap amplop ada 50 ribu dengan ciri yang sama,” katanya

Sementara, Resmen Kadafi mengatakan saksi ahli yang dihadirkan selama persidangan seperti Bambang Eka Cahya, Marwar Siahaan dan Margarito Kamis, mengatakan bahwa TSM dapat dibuktikan secara parsial.

“Jadi bukan antithesis pembuktiannya. Bagaimana bisa ada gerakan serentak dan seragam dari Waykanan sampai Kalianda. Kalau tidak terstruktur, sistematis dan masif,” katanya

Resmen, juga menambahkan jika nantinya Majelis TSM menggugurkan gugatan dan memenangkan paslon Arinal, maka tim hukum akan menyiapkan banding kepada Bawaslu RI.

“Kami siap banding. Akan kami bawa kasus ini ke Jakarta. Biar nanti Bawaslu RI yang menyidangkannya,” katanya. (jef/hkw)