Krisna, Pembunuh Pelajar SMKN 2 Dihukum Hanya 10 Tahun. Keluarga Korban Menganggap Putusan tak Adil

0
662
views

translampung.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (13/4), menghukum Krisna Firdaus, tersangka pembunuh pelajar SMK Negeri  2 Bandarlampung Dwiki Dwi Sofyan, sepuluh tahun penjara. Sementara dua tersangka lainnya, Rahmat Hidayat alias Memet dan Ikhsan Akhmad Prayuda masing-masing sembilan tahun dan delapan tahun penjara.

Sidang putusan terhadap tiga pelaku ini digelar pada hari yang sama secara terpisah di Ruang Sidang Garuda, PN Tanjungkarang Telukbetung Utara. Pertama, Krisna menjalani sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yus Enidar.

Hukuman lebih berat dijatuhkan kepada Krisna sebagai aktor utama dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Dwiki. Sedang dua terdakwa lainnya, terbukti membantu melakukan eksekusi dengan mengambilkan senjata dan memegangi korban saat Krisna menhujamkan pisau berkali-kali ke tubuh Dwiki, divonis sedikit lebih ringan.

Putusan Majelis Hakim terhadap Krisna sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sementara putusan untuk Rahmat dan Ikhsan, lebih ringan daripada tuntutan JPU masing-masing selama 10 tahun.

Keluarga korban menilai putusan ini tidak adil. “Perbuatan mereka ini lebih kejam dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Harusnya minimal hukumannya seumur hidup atau hukuman mati,” kata seorang keluarga korban usai mendengar putusan yang dibacakan Majelis Hakim.

Bahkan, keluarga korban dan terdakwa sempat beradu mulut hingga keluar ruang sidang. Namun, petugas kepolisian cepat melerai sehingga suasana tidak memanas.
Masun Sopian, ayah Dwiki menyatakan keberatan dengan putusan majelis hakim.

Karena tindakan para terdakwa sudah di luar batas kemanusiaan, sadis. Meski mereka masih berusia muda. “Kami akan berkoordinasi dengan JPU lagi. Terutama untuk berkas tersangka yang dewasa. Kemungkinan banding berdasarkan dari sana. Saat ini kami merasa cukup lega karena terdakwa yang masih di bawah umur sudah dihukum,” katanya. (jefri)

LEAVE A REPLY