. . .

Kredit UMKM Dilanda Kelesuan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MAKASSAR, FAJAR – Penyaluran pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) rupanya tidak begitu kencang. Bahkan cenderung melambat.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Bambang Kusmiarso, menyebutkan, kredit UMKM tercatat tumbuh 5,8 persen (yoy) pada Agustus lalu. Hanya saja pertumbuhan tersebut tidak sekencang sebelumnya.

“Kalau bulan sebelumnya itu tumbuh 6,9 persen (yoy). Itu artinya melambat,” jelas Bambang, Senin, 8 Oktober.

Perlambatan kredit, imbuhnya, terjadi pada seluruh segmen yaitu mikro, kecil dan menengah. Pada Juli lalu berturut-turut tumbuh 16,4 persen (yoy), 0,7 persen (yoy) dan 5,7 persen (yoy).

“Untuk mikro, kecil dan menengah masing hanya tumbuh 16,2 persen (yoy), 0,3 perse (yoy) dan 3,0 persen (yoy),” tambahnya.

Kredit UMKM di Sulsel, imbuhnya, masih didominasi oleh kredit pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, sementara pertumbuhan kredit tertinggi terjadi lapangan usaha  administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (26,7 persen), pertanian, perburuan, dan kehutanan (21,3 persen), dan konstruksi (16,5 persen).

“Meskipun tumbuh melambat. Rasio penyaluran kredit ke pelaku UMKM perbank di Sulsel masih terjaga. Masih di atas 20 persen,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Amanlison Sembiring, mengatakan, pembiayaan syariah pun ikut melambat.

“Sebelumnya tumbuh 3,4 persen (yoy), kini hanya 0,04 persen (yoy),” sebutnya.

Pertumbuhan pembiayaan syariah tertinggi, ungkapnya, dicatat oleh sektor konsumsi sebesar 11,68 persen (yoy). Sementara itu pembiayaan modal kerja dan investasi tercatat masih melanjutkan kontraksi.

“Masing-masing menjadi -17,72 persen (yoy) dan -10,68 persen (yoy),” tutupnya. (gsa/dir)