. . .

KPK Geledah Dinas PUPR, Kantor dan Rumdin Bupati

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MESUJI – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Mesuji, Lampung, Selasa (29/1) sekitar pukul 13.30 wib.

Setelah itu, KPK juga menggeledah ruang Kerja Bupati Khamami. Tak sampai disitu, ruang kerja Wabup Saply dan Sekkab Adi Sukamto juga ikut digeledah.

Selanjutnya, rombongan yang datang menggunakan lima unit mobil pribadi ini juga mengobok-obok rumah dinas Bupati Khamami.

Hasilnya, selama tak kurang dari 10 jam, sejak pukul 13.30 WIB, KPK menggeledah tiga titik itu, tujuh koper dan satu kardus dibawa lembaga anti rasuah itu lantas meninggalkan tiga spot itu sekitar pukul 23.30 WIB.

Pantauan wartawan, setelah keluar dari kantor Dinas PU-PR dengan membawa setidaknya tiga koper, pada pukul 18.20 WIB.

Kemudian rombongan tersebut langsung menuju kantor bupati, dan langsung menggeledah ruang kerja Sekkab Adi Sukamto.

Terlihat tim penyidik KPK keluar dari ruangan wakil bupati dan sekkab serta ruangan bagian-bagian lainnya, sekitar pukul 22.30 WIB, membawa satu kardus dan dua buah koper langsung menuju kendaraan yang telah standby.

Dan sekira Pukul 23:20 WIB Tim penyidik KPK keluar dari rumah dinas Bupati Mesuji Khamami dengan membawa dua buah koper, berwarna hitam dan merah.

Penjabat Sekkab Mesuji Adi Sukamto, membenarkan KPK telah menggeledah Dinas PUPR dan kantor bupati hingga rumah dinas bupati.

Adi juga tak menampik penggeledahan juga terjadi di ruang kerjanya dan Wabup Saply TH hingga ruangan Bagian lainnya di Setkab Mesuji.

Adi juga memberi bocoran hasil penggeledahan lembaga anti rasuah itu.

“Adapun yang dibawa oleh tim penyidik KPK yaitu beberapa berkas tentang pelaksanaan SK tentang unit lelangan pelayanan (ULP). selain itu tidak ada barang yang dibawa oleh tim penyidik KPK,” ujar Adi.

Sementara, dari semua tim penyelidikan KPK tidak ada satupun yang memberikan stetmen terkait penggeledahan tersebut.

Diketahui, penggeledahan ini buntut dari OTT KPK terhadap sejumlah pejabat di Pemkab Mesuji, pada rabu (23/1) lalu, yang menyeret Bupati Khamami dan empat orang lainnya termasuk adik kandung Khamami serta Sekretaris Dinas PUPR Wawan Suhendra ditetapkan sebagai tersangka fee proyek infrastruktur tahun 2018 senilai Rp1,28 miliar.(Nara)

error: Content is protected !!