Kosela: Wadah Transparansi dan Ekspresi Seniman Jalanan

Kosela, Transparansi Pendapatan

TRANSLAMPUNG.COM, Bandarlampung – Sulitnya seniman dan musisi jalanan untuk mendapatkan pendapatan yang layak segera berakhir. Wadah baru untuk itu di Lampung sudah terbentuk (7/5). Kim Comanders di daulat menjadi ketua Korsela. Ketua Gerakan Rakyat Nusantara (GRN) pusat Juniono Sucahyono atau yang akrab disapa Bung Nio yang hadir saat pengukuhan Kosela di Jalan Ikan Pari Blok D No. 56 Kelurahan Kebon Pisang, Telukbetung Selatan.
“Jadi hadirnya kami (Kosela) ini, bukan bermaksud untuk mengambil alih job mereka. Tapi kami juga, ingin seperti yang lain diberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi. Dengan adanya Kosela ini, harapannya ke depan bisa memberikan pendapatan yang jelas bagi musisi dan seniman jalanan dan kita juga akan transparan,”ungkapnya.


Pembentukan Korsela berlangsung di rumah salah satu seniman lukis Pasar Kangkung bernama Sugi, yang juga sebagai rumah Gerakan Rakyat Nusantara (GRN) di Jalan Ikan Pari Blok D No. 56 Kelurahan Kebon Pisang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Banyak yang hadir dalam pembentukan Kosela tersebut, diantaranya, puluhan penggiat seniman seperti musisi jalanan (pengamen) Telukbetung, seniman lukis, ukir, batik tunu, Gamolan, aktivis penggiat Aids, penggiat seni Lampung lainnya, serta EO (event Organizer).

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman musisi dan seniman jalanan, yang sudah berikan kepercayaan kepada saya sebagai ketua Kosela. Kosela ini bukan hanya sebagai wadah khusus musisi jalananan saja, tapi juga sebagai wadah untuk seluruh seniman di Lampung yang selama ini terpinggirkan atau tidak diakui keberadaannya,”ujar Kim.

Menurutnya, pemerintah daerah bisa memberikan ruang berekspresi untuk mereka. Dengan dibentuknya Kosela ini, ke depan para musisi dan seniman jalanan Lampung bisa sejajar dengan musisi atau seniman dari luar Lampung yang selama ini sering dipanggil pemerintah daerah untuk tampil di semua even-even besar di Lampung. (rls)

News Reporter