Kosa Kata Lampung Masuk KBBI

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG –  Dari ribuan kosa-kata yang sudah diajukan ke Kamus Besa Bahasan Indonesia (KBBI) , Kantor Bahasa Provinsi Lapung banru berhasil meloloskan sebanyak 14 kosakata saja.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL) Yanti Riswara mengatakan, hal tersebut pengajuan pada tahun 200 silam, di mana sebenarnya pihaknya mengajukan sebanyak 114 kosa kata.

“Namun yang lolos memang hanya 14 saja. Sebab, saat itu sebagian besar kosakata bahasa lampung menggunakan suku kata ”KH” (kha) atau Gh (Gha)  jadi banyak yang belum lolos,” jelasnya saat Festival Kuliner Khas Lampung dalam rangka pengayaan kosakata bahasa indonesia, di Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

Namun demikian, di tahun ini pihaknya mengatakan diberikan kesempatan untuk mengajukan sebanyak 600 kosakata ke KBBI. Di mana, saat ini masih dilakukan proses pengkajian.

”Sampai saat ini masih memnunggu kajian dari pusat. Berikut juga, dengan pengajuan pada tahun 2016 silam sebanyak 1050 kosakata,” jelasnya.

Soal kapan waktu masuknya pengajuan tersebut, dia mengatakan masih menunggu dalam pengganntian atau pemutakhiran KBBI.

”Kalau sekarang kan sudah KBBI Jilid V. Nanti, bisa saja dimasukkan dalam revisi. Sebab, kan ada juga yang e-Book,” jelasnya.

Dijelaskan dia, untuk mencari kosakata tersebut, ada tim dari Provinsi yang turun ke daerah-daerah guna melakukan pemantauan dan melakukan wawancara langsung kepada masyarakat asli Lampung atau pemuka adat.

”Tahun ini ada lma kabupaten/kota yang kita sambangi. sementara di tahun lalu ada delapan. Mengingat keterbatasan kita ya,” jelasnya.

Sementara itu, upaya untuk mempopulerkan kosakata bahsa lampung ini, pihaknya menggelar festival kuliner lampung. yang diikuti oleh enam kelompok.

”Ini juga sebagai peringatan hari bahasa ibu internasional. Tapi kita lakukan untuk lebih menggaungkan kosakata lampung di nasional. Ada beberapa nama misalnya, Gulai Taboh, Oyah Isem, Udang tempoyak dan beberapa makanan lain,” jelasnya.(tnn)

 

News Reporter