Konflik Berhenti Jika Ahok di Hukum

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Membahas terkait masalah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang hingga kini masih menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat luas, membuat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Karomani angkat bicara.

Dia mengatakan bahwa untuk kasus Ahok, hukum harus ditegakkan hukum seadil-adilnya, Bila dilihat dari sudut cara berkomunikasi, menurut dia Ahok sangat kurang baik.

“Jadi Ahok itu jangan ditarik pada masalah diluar urusan komunikasi. Urusan etnis, urusan sara, agama, jadi Ahok ini lebih pada personal yang komunikasinya tidak begitu soft, jadi bukan masalah cina, masalah non islam, tapi masalahnya adalah pada komunikasinya. Kalau Ahok salah tegakkan hukum seadil-adilnya agar permasalahan itu selesai,” ucap Karomani kepada Trans Lampung di Gedung Rektorat Universitas, Selasa (21/2).

Wakil Rektor III tersebut benjelaskan, bahwa siapapun orang yang cara komunikasinya seperti Ahok pasti akan dibuli, walaupun orang muslim juga akan tetap dibuli, jadi cara komunikasi seperti itu jangan digunakan.

“Saya melihat dari sisi komunikasi, siapapun orang yang cara komunikasinya seperti Ahok pasti akan tetap dibuli orang, dia menebar konflik, komunikasi dia (Ahok) tidak baik, tidak soft, seperti preman,” ujarnya.

Karomani mengatakan, bahwa jangan main-main dengan hukum, rakyat semua melihat, rakyat semua cerdas.

“Jadi jika Ahok salah, hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, jangan hukum itu abu-abu,” tandas dia.(hkw)

News Reporter