. . .

Komplotan Pembobol ATM Tangerang Dibekuk Polisi saat Beraksi di Pringsewu

image_print

UNGKAP PEMBOBOLAN ATM: Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma beserta Wakapolres Kompol Andik dan Kasat Reskrim AKP Devi Sujana menunjukkan barang bukti hasil ungkap pembobol ATM modus tusuk gigi. (HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tiga tersangka pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dibekuk Team Khusus Antibandit (TEKAB) 308 Satreskrim Polres Tanggamus bersama personel Polsek Pringsewu Kota. Sejatinya, komplotan bermodus ganjal mesin ATM dengan tusuk gigi itu sedang “pulang kampung” saat beraksi sebelum akhirnya dibekuk petugas.

Dari ketiga tersangka, turut diamankan barang bukti berupa satu kartu ATM BRI warna biru milik korban bernama Hj. Marni. Lalu dua patahan tusuk gigi, satu buah dompet warna hitam milik tersangka Nofriansyah, satu kartu ATM Bank Mandiri berisi uang hasil kejahatan, satu buah topi warna merah, satu buah dompet coklat milik tersangka Epriyanto, 16 kartu ATM berbagai bank, sehelai baju lengan panjang abu-abu kotak, sehelai celana jins warna putih biru, sepasang sandal merek Cardinal, satu bilah gergaji besi, dan uang tunai Rp26 juta.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma,, S.I.K., M.Si. menjelaskan, tersangka ditangkap secara berurutan. Yakni Epriyanto als Epi (41) warga Pekon Sinarbanten, Kecamatan Talangpadang Kabupaten Tanggamus pada Jumat (17/8) pukul 00.30 WIB di rumahnya. Kemudian pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB kembali ditangkap Nofriansyah als Ian (41) warga Pekon Sukarame, Kecamatan Talangpadang. Dia dibekuk di sebuah gang depan rumah mertuanya di Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.

“Terakhir adalah tersangka Dedi Darmawan (34) warga Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang, ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB di wilayah Pengajaran, Telukbetung Utara,” jelas I Made Rasma, didampingi Wakapolres Kompol Andik Purnomo Sigit dan Kasat Reskrim AKP Devi Sujana.

Kronologis aksinya, kapolres menerangkan, ketiga tersangka melakukan perbuatan mencuri uang milik korban. Namun terlebih dahulu menentukan target mesin ATM, kemudian mengganjal lubang kartu ATM dengan tusuk gigi.

“Pada saat ATM korban macet, seketika itu tersangka Dedi Darmawan menawarkan bantuan. Namun bantuan itu justru sebagai modusnya menukar kartu ATM korban dengan ATM palsu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Bersamaan dengan itu tersangka Epriyanto mengalihkan perhatian kasir Indomaret dengan membeli pulsa dan rokok. Lantas setelah tersangka Dedi Darmawan mendapatkan kartu ATM korban, tersangka Nofriansyah mendekati korban guna mengintip personal identification number (PIN) ATM korban,” papar kapolres.

Ketiga tersangka melakukan aksi kejahatannya di ATM BRI di Indomaret, Jalan K.H. Gholib Pringsewu Barat dan ATM BRI di Indomaret dan Jalan Jendral Sudirman Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu pada Rabu (15/8). Sasaran berikutnya adalah menguras habis uang di mesin ATM Kecamatan Gadingrejo.

Korbannya, Ubi Handayani (32) yang merupakan seorang PNS dan Hj. Marni (69). Keduanya warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu. Sebelum beraksi di Pringsewu, dari hasil interogasi petugas, diketahui ketiganya ternyata komplotan spesialis pembobol ATM di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

“Untuk komplotan lain dan TKP di wilayah hukum Polres Tanggamus masih terus didalami penyidik. Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tandas Kapolres Tanggamus. (ayp)