. . .

Komisi III DPRD Kota Metro Soroti Masalah Kelangkaan Gas

image_print
TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Kelangkaan gas di Kota Metro, mendapat sorotan dari DPRD Metro. Hal ini disorot oleh Komisi III DPRD Kota Metro, yang membidangi bidang ekonomi.
Zas Dianur Wahid, selaku anggota Komisi III mengatakan. Sebetulnya gas tidak ada sinkronisasi dengan pemkot, namun menurutnya untuk meringankan beban masyarakat harus dibuat operasi pasar.
“Namun gak solusi juga, nanti permasalahannya apa iya gas di masyarakat habis saat operasi pasar diadakan. Belum tentu gas emak emak habis pas operasi pasar. Kebanyakan emak-emak gak punya serep,” katanya.
“Terus yang diuntungkan siapa? Pedagang lagi-pedagang lagi, karena yang punya stok tabung gas punya banyak,” katanya.
Menurut dia, tetap saja walaupun harganya mencapai Rp 25 ribu tetap saja dibeli karena tetap hitungannya lebih murah dibanding tabung Pink seharga Rp 75 ribu.
“Semakin ditarik subsidi ya semakin langka. Pertanyaanya lagi itu? Apakah operasi pasar itu efektif menyentuh rakyat?,” tanya Zas.
Di tempat yang sama, Tondi Nasution dari Komisi II DPRD Kota Metro menyatakan, bahwa masalah gas harus diselidiki adakah penimbunan atau tidak. “Harusnya dinas terkait dengan pihak Polri menyelidiki, apakah ada penimbunan gas ini atau tidak,” kata Tondi. (suf)