Komisi III Awasi dan Evaluasi Jembatan Timbang Yang Tak Beroperasi

0
278
views
BANDARLAMPUNG – Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Bandarlampung I kadek Sumanta mengatakan bahwa pihakmya saat ini sedang melakukan tender pembangunan jembatan timbang milik pemkot yang sebelumnya di kelolah oleh pelabuhan indonesia (Pelindo) Panjang semenjak tahun 2013 lalu .
Menurut kadek bahwa selama ini tidak beroperasinya jembatan timbang tersebut dikarenakan ada kerusakan yang harus di perbaiki.Sedangkan untuk perbaikan tersebut pihaknya telah mengangarkan angaran  sebesar Rp 8 Miliar dan dirinya memastikan awal tahun 2017 jembatan timbangan tersebut sudah dapat di operasikan lagi. “Ini dalam peroses perbaikan,sudah ada angaranya kita tunggu dulu kan masih peroses tender .”kata kadek saat dihubungi. Sabtu (30/4 )

Menangapi masalah ini selaku anggota komisi III DPRD Bandarlampung Yuhadi mengatakan tidak dapat beroprasinya jembatan timbang milik pemkot yang di kelolah oleh pelindo II dikarenakan kerusakan pada hidrolik jembatan timbang tersebut dan untuk perbaiakn tersebut dishub telah mengangarakan angaran sebesar Rp 8 Miliar, angka ini menurutnya  tidak masuk akal. “Sebelumnya diangarkan Rp6 miliar dishub minta ada penamabahan jadi Rp 8 miliar ini kan gak masuk akal kerusakannya kan cuman hidrolilknya saja,”ujar ketu Golkar kota ini

Dalam hal ini katanya pihaknya dalam hal ini komisi III DPRD Bandarlampung akan terus megawasi perbaikan jembatan timbang tersebut. “Tapi nanti kita lihat nanti siapapun pengembang yang mengerjakan terserah mau kontraktor siapapun komisi III akan memantau pengerjaan itu dan jika pengerjaan itu di temukan ada manipulasi sepek tidak sesuai dengan sepek teknis jembatan timbang itu dan akan kita laporkan ke pihak yang berwajib,”katanya.

Dirinya memastikan komisi III tidak akan dapat di kelabuhi oleh pengembang karena di komisinya tersebut ada ahli jembatan timbang seperti pak  Indrawan. “Di komisi III ini kita ada ahlinya masalah jembatan timbang karena dia juga memiliki jembatanya karena untuk menimbang hasil kopi gudang dan lainnya itu, kita sidik dan kita laporkan ke pihak yang berwajib,”kata

dijelaskannya, sebelumnya tidak berfungsinya jembatan timbang itu dishub menilai disebabkan kontur tanah yang labil sehingga pada saat dilakukan penimbangan pondasi jembatan tersebut ambles dan mengakibatkan tidak berfungsi alat timbangnya. “Bohong itu  mana buktinya. Mana hasil sondirnya mana saya lihat, kalu dishub atau orang perencanaanya karena kontur tanahnya labil mana hasil sondirnya saya lihat kelabilannya sampai mana, titik sondirnya geronnya sampai mana. Buktinya punya provinsi sampai saat ini masih jalan gak benar itu,”pungkasnya.  (ydn)

LEAVE A REPLY