Komisi I Penyelesaian Penolakan Pendirian Tower Provider

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Komisi I DPRD  Kota Bandarlampung   menungggu  penyelsaiaan   masalah penolakan warga atas pendirian tower Provider Indosat yang dibangun di Menara Masjid Hidayah, dari pihak kecamatan Sukabumi untuk melakukan mediasi  bersama masyarakat.

Menurut Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bandarlampung Barlian Mansyur pihaknya sudah melakukan rapat internal komisi menyikapi penolakan pendiran tower yang disampaikan masyarakat ke DPRD beberapa waktu lalu.

Dari rapat internal itu kata dia, Komisi 1  menyerahkan masalah tersebut ke pihak kecamatan dan warga untuk dicari titik temu bersama pihak provider. Setelah itu baru DPRD akan mengambil sikap terkait kleanjutan masalah tersebut.

“Dari kajian kami terkait tindaklanjut rapat  dengan warga dan stakholder bulan puasa lalu, maka hari  kami serahkan  masalah  diselesaikan pihak kecamatan bersama warga dan provider, setelah itu selesai, baru kita ambil keputusan resmi,” ujar Barlian Mansyur, Selasa (3/7).

Pasalnya kata Barlian, hasil rapat beberapa waktu lalu,  pihaknya hanya melihat ada miss komunikasi antara warga dan pihak provider, sedangkan dari sisi perizinan pihak provider sudah memenuhi persyaratan.

“Kita melihat itu ada miss komunikasi  masyrakat dengan pihak provider, kami  sudah mendengar dan melihat dari  perizinan mereka sudah dipenuhi, dari persetujuan warga  sudah ada. Tapi masih ada yang menolak, untuk itu kami serahkan  pihak kecamatan  mencari win-win solusi, terhadap pembagunan tower itu,” tukasnya.

Camat Sukabumi Yustam Effendi mengatakan permasalahan penolakan warga terhadap tower di menara masjid Hidayah Sukabumi, sudah selesai,  karena warga yang menolak  bukan warga yang berada di dekat lokasi berdirinya tower.

“Tindaklanjut  hearing DPRD waktu itu saya sudah ketemu  warga, intinya tidak ada lagi masalah,  warga sudah setuju berdasarkan tandatangan  izin lingkungan. Apalagi izin dari pemerintah  sudah keluar, baik Izin Pendahuluan Membangun (IPM),  maupun Keterangan Rencana Kota (KRK), jadi  tidak masalah,” tukasnya.

Diketahui  Warga Perumahaan Bukit Sukabumi Indah, Sukabumi, Bandar Lampung  bersikeras menolak pembangunan tower provider Indosat  di Menara Masjid Hidayah Sukabumi. Penolakan  disampaikan  warga dalam rapat gabungan warga bersama DPRD,  Provider dan Pemerintah Kota Bandar Lampung,  di  lobby DPRD, pada Kamis (31/5/2018).

Erma salahsatu  mengatakan tidak mengetahui  rencana pembangunan tower tersebut karena warga  dipaksa,  untk menandatanani blangko kosong dan diberikan uang  untuk  tandatangan. “Kami  tidak mau tower Indosat  berdiri. Tidak aman dan nyaman.  Kami tidak pernah diajak berunding, dan terkesan dipaksa, katanya sudah persetujuan, saya  waktu   dikasih duit dan kertas kosong, tanda tangan,” kata dia.

Toni Rahman Pengurus Masjid Hidayah mengatakan  terjadinya pembangunan BTS di menara masjid karena  pembangunan masjid  saat itu tersendat, dan pengurus ditawari bantuan dari  provider yang ingin membantu.

“Saat itu kita dapat tawaran   provider karena untuk pembangunan masjid, yang sudah dua tahun mangkrak.  Awalnya  provider bantu kasih uang Rp 17 juta, uang itu Rp 15 juta untuk warga  sisianya dua juta untuk  RT dan RW, kita juga tidak tahu kenapa warga di RT 02 menolak,” jelasnya

Didi dari  PT Persada Sokka selaku  pengembang BTS   tidak khawatir dengan  penolakan warga, karena  sudah mendapat persetujuan  tandatangan  warga dan  memiliki izin-izin atas pendirian BTS tersebut. (jef/hkw)

News Reporter