Kode Keras DPRD pada Sekolah di Metro

Pasca Oknum Siswa yang Terjaring Razia Berduaan di Kost

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Peringatan keras diberikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro kepada sekolah-sekolah di Metro. Bahwa jika murid sekolah dirazia sedang berduaan di dalam kamar kost maka sekolah wajib mengeluarkan murid tersebut.

Menurut Nasrianto Effendi,M.Ap anggota DPRD Kota Metro bidang pendidikan mengatakan bahwa kelakukan remaja berduaan di kamar kost sangat bahaya sekali.  Menurut dia jelas bertentangan dengan peraturan daerah (perda) rumah kost. Dan DPRD akan menegur jika ada sekolah yang tidak mau mengeluarkan murid jika kedapatan mesum.

“Itu kan ada perda penanggulangan kemaksiatan. Kalau dia sekolah maka langsung dikeluarkan, sama dengan kejadian di salah satu sekolah di beberapa tahun lalu mereka dikeluarkan,” katanya, Rabu (28/3).

Menurutnya kalau tidak dikeluarkan akan jadi penyakit, itu terjadi beberapa tahun lalu.

“Harus ada efek jera. Jangan sampai ah gak ada sanksi atau hukuman gak papa,” imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai perda perubahan minuman tradisional, dia mengatakan.

“Karena perda itu kan perda perubahan ya. Mengikuti perkembangan yang ada, dahulu tuwak tidak dimasukan banyak keluhan di masyarakat. Karena bukan hanya tuwak, mereka kan dicampur dengan yang lain-lain. Bisa lebih bahaya, sekarang sedang kita bicarakan dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Minuman tradisional tuwak disinyalir dicampur dengan berbagai obat-obat berbahaya dan masyarakat sangat khawatir dengan kebedaraan minuman tersebut.

“Disamping masukan masyarakat, harganya murah, mudah didapatkan tapi tingkat bahayanya lebih bahaya,” katanya.

Sebelumnya aparat kepolisian mengalami kesulitan karena perda sebelumnya belum ada.

“Sekarang perda ini sedang dibicarakan agar petugas punya landasan hukum. Jelas tuwak itu bertentangan dengan Kota Metro disebut Kota Pendidikan. Apa sanksi yang ada nanti kita bicarakan dengan aparat dan kepolisian,” tutup Nasrianto.

Haryono (35) warga Margorejo mengatakan keberadaan minuman ini sangat berbahaya, karena selain merusak otak anak muda juga mengganggu kejiwaanya. “Pasti sangat bahaya minuman ini mas, karena banyak anak muda yang tindakanya jadi brutal setelah minum-minum ini. Kalau sudah begitu pasti bisa terjadi tindakan kriminal,” ujarnya. (suf/hkw)

News Reporter