. . .

Koalisi Prabowo – Sandi Tidak Mau Kampanye di Wilayah Bencana

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA, FIN – Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi kembali menegaskan tidak akan melakukan aktivitas kampanye Pilpres 2019 di wilayah Indonesia yang  masih berduka. Seperti di Lombok, Palu, dan Donggala.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh salah satu kader Partai Demokrat, Imelda Sari saat menjadi pembicara pada diskusi yang mengangkat isu mengenai penanganan bencana alam di Indonesia.

Ia menegaskan, semua kader partai yang Koalisi Adil Makmur hanya fokus pada upaya memberi bantuan semaksimal mungkin kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. Baik itu bantuan kebutuhan pokok maupun kesehatan.

“Masing-masing partai (Koalisi Adil Makmur) sudah berjalan. Keempat partai koalisi Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS sudah sepakat tidak melakukan kampanye,” ujar Imelda kepada wartawan, kemarin. “Ini waktunya kita bergandeng tangan untuk fokus pada penanganan korban dan mereka yang harus dibantu. Membantu saudara-saudara yang dalam kesulitan,” tambahnya.

Senada dengan Imelda, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Benny Octavianus juga mengatakan hal serupa. Yakni tidak berkampanye di daerah terkena bencana.

Benny yang juga memimpin lembaga Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki perwakilan di Kota Palu yang kantornya tidak rusak karena gempa. Sehingga  dapat membantu secara langsung masyarakat yang terkena bencana.

“Itu kami tidak pakai simbol-simbol partai. Dan beberapa anggota yang berangkat ke sana juga tidak menggunakan atribut partai. Karena ini memang sudah keputusan Gerindra dan partai koalisi untuk tidak kampanye di wilayah terkena bencana,” terang pria yang berprofesi sebagai dokter ini.

Melihat situasi Pasca Gempa dan Tsunami, Menurut salah satu Ekonom, Indra Uno, bantuan yang diberikan kepada para korban bencana harus dilakukan secara berkelanjutan. Dan yang paling terpenting, bagaimana para korban selamat dapat kembali memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.

“Kalau di Palu, penduduknya sekitar 300 ribuan lebih. Dan setelah bencana alam, tentunya mereka juga terdampak bencana ekonomi. Harus waspada karena mereka kehilangan mata pencahariannya dalam waktu tidak sebentar,” kata Indra Uno saat ditemui wartawan di Media Center Prabowo.

Kakak kandung Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno ini menegaskan bahwa selain bantuan kebutuhan pokok, masyarakat yang terdampak bencana tersebut juga membutuhkan bantuan pendampingan agar segera mampu menjalankan perekonomian di daerahnya secara mandiri. “Mereka perlu ditopang bantuan dalam beberapa waktu. Dan harus diberikan terus hingga mereka mampu mandiri menjalankan ekonomi di atas kakinya sendiri,” jelasnya.

Indra juga berharap, kegiatan ekonomi baik yang berskala makro maupun mikro harus terus diperhatikan pengelolaannya. “Mereka perlu disokong 100 persen. Misalnya, pasar-pasar yang sudah mulai beraktivitas perlu pasokan bahan pokok dengan harga stabil dan terjangkau. Ini yang harus diperhatikan,” terangnya.

“Karena bila harga-harga tidak terjangkau itu menjadi masalah baru lagi di sana. Dua hal ini harus senantiasa menjadi pokok dan fokus pengelolaan management secara keseluruhan,” tandas Indra Uno. (ZEN/FIN)