Klaim Kurang Bukti, Panwaskab hanya Proses Laporan dari Kelumbayan

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Tanggamus Dedi Fernando akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan miring yang dialamatkan ke lembaganya. Dedi Fernando menegaskan, dari beberapa laporan pelanggaran pilkada yang masuk ke panwaskab, hanya satu perkara yang menurutnya layak dan bisa terus diproses ke tingkat selanjutnya.

Dedi Fernando menjelaskan, dari lima laporan, hanya satu yang naik untuk diproses, yakni laporan dugaan pelanggaran pilkada dari Pekon Margamulya, Kecamatan Kelumbayan. Sedangkan untuk empat kasus lain yang dilaporkan, yakni dari Kecamatan Talangpadang di Pekon Sinarbetung dan Singosari, dari Kecamatan Pugung di Pekon Wayjaha, dan dari Kecamatan Pematangsawa di Pekon Betung, menurut Dedi tidak memenuhi unsur.

“Empat laporan yang tidak naik untuk diproses itu, lantaran kurangnya alat bukti,” ungkapnya.

Dedi juga menepis anggapan bahwa Panwaslu Tanggamus sengaja melepaskan terlapor berinisial Km yang dilaporkan bagi- bagi uang di Pekon Wayjaha sehari menjelang pencoblosan.

“Kami hanya mengklarifikasi. Setelah diklarifikasi maka terlapor bisa pulang. Sebab kami tidak memiliki kewenangan untuk menahan. Menahan itu konteksnya nanti,” kata Dedi.

Kemudian saat disinggung mengenai alasan ke empat laporan tidak memenuhi unsur, Dedi tidak menjawab secara gamblang. Menurut dia, panwas memiliki alasan kuat, yakni kurangnya alat bukti.

“Sebenarnya ada banyak alasannya. Tapi saya tidak bisa menjelaskannya secara rinci. Sebab teman-teman penyidik sedang bekerja. Kita harus hormati itu dan hormati asas praduga tak bersalah. Lalu alasan lain karena kita sudah sepakat dengan instansi terkait, untuk tidak menyampaikan alasan secara rinci ke media. Sebab nanti ada waktunya untuk saya jelaskan,” kilah Dedi. (ayp)

News Reporter