Kisruh Pokbal vs Go-Jek Kembali Terjadi

0
269
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Perseteruan antara ojek pangkalan dengan ojek berbasis online di Bandarlampung terus berlanjut. Pasalnya, Persatuan Ojek Kota Bandarlampung (Pokbal) mengklaim pihak gojek berkali-kali melakukan pelanggaran yang telah dibuat bersama.

Senin (11/9), sekitar pukul 14.30 WIB, Pokbal menyerahkan barang sitaan dari pengemudi gojek yang terbukti melanggar, kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandarlampung, guna diserahkan langsung kepada pihak kepolisian.

Albert salah satu perwakilan dari Pokbal mengatakan, pihaknya meminta Walikota Bandarlampung untuk segera menutup aplikasi Gojek dan Grab, agar tidak beroperasi di Bandarlampung.

“Gojek dan Grab ini sudah berkali – kali melakukan pelanggaran, padahal mereka berjanji akan mematuhi perjanjian yang telah dibuat bersama. Mereka itu beroperasi disini illegal, karena nggak ada izinnya, ” tegas Albert, kemarin.

Yang jelas, sambung dia, pihaknya meminta kepada Pemkot Bandarlampung untuk tidak memberikan izin kepada Gojek dan Grab, karena mereka beroperasi secara illegal.

“Mereka itu selalu melanggar, padahal perjanjiannya setiap radius 100 Meter dari pangkalan ojek, tidak boleh menaikan dan menurunkan penumpang, mereka itu beroperasi nggak pakai atribut, selalu pake masker, “jelas dia.

Sementara Widodo yang juga anggota Pokbal mengaku pernah diancem ditusuk oleh pengemudi gojek, “minggu lalu saya pernah diancam mau di tujah. Saya sudah dipegang sama 3 orang, perut saya sudah di tempel pisau dan mau ditujah, kejadiannya didekat sekolah persit minggu lalu. Dan saya sudah laporkan kejadian ini ke polresta, ” Beber dia.

Untuk itu, kami mohon kepada Walikota untuk segera menutup aplikasi gojek dan Grab ini.

“Sekarang ini kami cuma menyerahkan helm dan jaket gojek dan grab, tapi nggak tau nanti, bisa jadi kepala mereka yang kami serahkan, ” jerit salah satu anggota Pokbal.

Albert menambahkan, pihak gojek juga pernah mendatangi pangkalan ojek kami dengan membawa Samurai. “kami juga diancam dengan Samurai oleh pihak gojek,”singkatnya.

Sementara, Cik Raden selaku Kepala Bapol PP Kota Bandarlampung mengatakan, akan segera menyerahkan barang bukti berupa helm dan jaket kepada pihak Polresta Bandarlampung.

“Nanti akan kita sampaikan ke pimpinan terkait hal ini, kami juga akan langsung menyerahkan barang bukti ini kepada pihak kepolisian untuk di tindak lanjuti,” tutur dia.

Yang jelas, sambung Cik Raden, pihaknya meminta kepada pihak Pokbal untuk menahan diri, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. (jef)