Lagi-Lagi Kisruh, Go-Jek dan Ojek Konvensional

0
459
views

Izin Dipertanyakan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Kembali ributnya ojek konvensional yang tergabung dalam kelompok ojek pangkalan bandarlampung (Pokbal) dengan ojek online Go-Jek kembali disoroti Wali Kota Bandarlampung, Herman H. N.

Herman meminta Go-Jek untuk lebih transparansi lagi terkait perizinan. Karena menurutnya, selama ini Go-Jek tak memiliki izin usaha di Bandarlampung.

“Go-Jek ini belum ada izin, kalau mau operasi disini ya harus izin dulu. Nggak boleh asal-asal saja,” jelas Herman saat ditemui usai menggelar Silahturahmi bersama dilingkungan Pemerintah Kota Bandarlampung kemarin (5/7).

Herman mengaku tujuan izin nantinya akan berpengaruh dengan keamaan warga dan masyarakat Bandarlampung. Pada pokoknya menghindari konflik. “Kalau seperti ini, mungkin ada yang menciptakan konflik. Nanti kita lihat bagaomana komitmennya,” lanjut dia.

Nah untuk saat ini, Herman meminta aparat kepolisian untuk melakukan penertiban. Karena tidak mungkin dirinya langsung yang memberhentikannya. Jika masih terus belum ada tindak lanjut soal izin, Herman akan mengambil langkah tegas.

“Kita akan ambil tindakan. Ya…, yang kita lakukan bisa saja seperti nggak boleh beroperasi di Bandarlampung. Jangan macem-macem, karena saya tugasnya melayani masyarakat,” tegasnya

Perseteruan antara Pokbal dan Gojek yang terjadi di Jalan Kartini pada Rabu (5/7) sore kemarin, kembali berakhir dimeja mediasi Polresta Bandar Lampung. Lagi-lagi, perampasan atribut Gojek ini berujung kata damai dan tidak akan terulang kembali.

Mediasi yang dihadiri Gojek, Pokbal, Happy Jek, dan Oto Jek ini dipimpin Kabag Ops Polresta Bandar Lampung Kompol Jimmy Tana di aula Polresta Bandar Lampung, Rabu (5/7). Namun, hasil mediasi tersebut masih menyisakan sejumlah perjanjian yang dianggap menguntungkan sebelah pihak saja.
Kepala Satgas Gojek Bandar Lampung, Emil S, mengatakan perseteruan yang terjadi kemarin dianggap sangat merugikan pihaknya. Sebab, tudingan bahwa salah satu driver Gojek yang melanggar perjanjian untuk tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di dekat pangkalan Pokbal adalah tidak benar.
“Kemarin itu salah satu driver Gojek sedang makan di Jalan Kartini yang memang dekat dengan pangkalan Pokbal. Tiba-tiba saja, helm driver dibanting dan atribut diambil paksa. Ini kan aneh, masak makan saja nggak boleh?,” kata Emil usai mediasi.

Dirinya juga mengaku merasa keberatan dengan beberapa point perjanjian yang dianggap hanya menguntungkan pihak Pokbal saja. Seperti tidak boleh menaikkan dan menurunkan jarak 100 meter dari pangkalan Gojek.

“Awalnya kami kasih toleransi dengan mengajukan 20 meter, terus mereka nambah lagi jadi 50 meter dan sekarang jadi 100 meter. Kan ini hanya sebelah pihak saja yang diuntungkan. Satu lagi poinnya, kami tidak boleh menggunakan atribut helm dan jaket Gojek. Ini kan tidak benar. Atribut itu identitas kami sebagai bagian dari Gojek dan merupakan SOP dari pekerjaan kami. Makanya kami belum mau tanda tangan kesepakatan atau perjanjian itu kalau poinnya masih begini,” tegas Emil.

Dirinya juga mengaku datang pada mediasi tersebut untuk menagih janji dari Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono tentang aksi perampasan atribut Gojek yang akan ditindak tegas.

“Jujur saja kami menunggu janji dari mediasi pertama yang waktu itu dipimpin Kapolres, bahwa jika ada perampasan atribut lagi maka akan ada tindakan tegas. Tapi dari tadi tidak pembahasan soal itu,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Pokbal Bandar Lampung Albert, menuturkan aksi keributan yang terjadi kemarin merupakan buntut dari pelanggaran yang dilakukan salah satu driver Gojek.
“Pasti ada pelanggaran, anggota Pokbal yang diancam, posko Pokbal yang dihancurkan dan anggota saya banyak yang diintimidasi sama oknum Gojek. Sebenarnya ada aplikasi di Kota Bandar Lampung yang akur sama kita, tapi Gojeknya saja yang sudah tahu tidak ada izin dan tidak boleh beroperasi masih saja, Gojek kriminal, buangan dari Jakarta ke sini, kami yang di Lampung nggak bisa,” katanya.
Albert menegaskan, jika nantinya Gojek kembali melanggar peraturan maka Pokbal meminta Gojek untuk hengkang dari Bumi Ruwa Jurai.
“Kalau mereka masih ikut aturan yang berlaku, kami nggak akan ganggu mereka. Kalau melanggar ya harus hengkang dari Lampung,” tukas dia. (jef)