. . .

KIR, Tidak Berdampak Signifikan Pengurangan PAD

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Sebulan lebih pasca ditutupnya layanan pengujian kendaraan bermotor (uji KIR) di Kota Bandarlampung, Anggota Komisi III DPRD setempat, Agusman Arief, menyebutkan bahwa hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pengurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandarlampung melalui retribusi KIR.

“Memang ada dampaknya ke PAD, tapi itu tidak signifikan. Karena pendapatan dari uji KIR sendiri tidak besar,” kata Agusman saat dihubungi, Minggu (18/11).

Agusman menerangkan, dalam setiap periode, alat pengujian KIR memang selalu dilakukan kalibrasi oleh Kementrian Perhubungan agar menormalisasi dan supaya alat tersebut dapat berfungsi sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Makanya libur, karena sedang dilakukan kalibrasi. Supaya alatnya berfungsi dengan baik sesuai standar,” terangnya.

Kalibrasi yang dimaksud, ia meneruskan, bukanlah dengan mengganti alat uji KIR dengan alat yang baru, melainkan hanya dilakukan perbaikan dan penyetelan ulang oleh Kemenhub selaku produsen alat tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung, Ahmad Husna menyebutkan, sementara ini, pengujian dialihkan ke Kabupaten lain di Lampung yang sudah memiliki alat uji KIR yang telah terkalibrasi dan terakreditasi.

Diketahui, penutupan layanan uji KIR ini atas intruksi Kementrian Perhubungan untuk menutup sementara layanan apabila belum memiliki alat yang terkalibrasi dan terakreditasi.

“Saat ini kita alatnya belum maskimal, jadi sementara dilaksanakan di kabupaten lain,” kata Husna beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Husna menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha untuk memaksimalkan alat yang dimiliki dengan cara memperbaiki atau mencari peralatannya sehingga pengujian KIR di Bandarlampung bisa segera berjalan kembali, sebab mandeknya uji KIR ini juga akan berdampak pada berkurangnya PAD.

Husna menjelaskan, dalam APBD 2018 tidak ada anggaran pengadaan peralatan uji KIR baru, sehingga pihaknya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin agar alat yang ada dapat difungsikan kembali.

“Itu kan instruksi Kemenhub untuk menutup sementara, ya harus kita patuhi,” tandasnya. (jef/hkw)