. . .

Kini Mandiri, Tahun Depan Diupayakan Bantuan dari APBD

image_print

Foto: IST

MASIH BANYAK PILIHAN: Meski hari raya Iduladha tinggal hitungan hari, namun di Bazar Hewan Kurban Tanggamus masih cukup banyak pilihan kambing, domba, dan sapi/kerbau untuk dibeli sebagai hewan kurban.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tangamus serta enam organisasi kelompok ternak menggelar bazar ternak hewan kurban. Sejak Mei lalu, sebanyak 4.000 ekor hewan kurban sudah terjual.

Hal itu dikatakan Panitia Bazar Hewan Kurban Tanggamus, Sosro Wardoyo. Saat ini, panitia di lokasi bazar menyediakan 375 ekor hewan kurban. Terdiri dari kambing, domba, dan sapi. Sosro mengakui, penjualan saat bazar tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Ia menjelaskan stok yang dibawa ke tempat bazar memang hanya 375 ekor, berupa kambing, domba, dan sapi. Namun di luar itu sudah siap 3.000 ekor ternak di tempat seluruh peternak.

“Stok memang tidak dibawa seluruhnya. Sebab memerlukan ongkos pengangkutan yang tidak sedikit kalau mau diangkut semua ke lokasi bazar,” ujar Sosro, Senin (20/8).

Selain bazar, kata dia, masa penjualan hewan sampai dengan satu hari sebelum Idul Adha. Pelaksanaan bazar hewan kurban ini didudung berbagai organisasi ternak yang ada di Tanggamus. Seperti Asosiasi Kelompok Peternak (Asponak). Lalu Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), Koperasi Peternakan Motivasi Doa, Ikhtiar dan Tawakal (Kopter MDIT), Koperasi Produsen Peternak Saburai Mandiri, Paguyuban Bandot Saburai, serta Asosiasi Inseminasi Buatan Indonesia.

“Harga ternak yang ditawarkan pada ajang bazar untuk jenis kambing dan domba berat 18-20 kilogram (kg), dijual Rp1,5 juta. Lalu bobot 21-25 kg dijual Rp1,75 juta. Selanjutnya terus mengikuti kelipatan Rp200 ribu/5 kg, dan bobot sampai 50 kg dihargai Rp4 juta. Untuk sapi dan kerbau, dijual berdasarkan hitungan per kilogram. Yaitu dengan harga Rp70.000/kg dikalikan bobot ternak,” jelas Sosro.

Fasilitas yang diberikan saat masyarakat membeli hewan kurban di bazar ternak, dia melanjutkan, adalah mengantarkan ternak tersebut gratis untuk area Kecamatan Gisting, Gunungalip, Sumberejo, Talangpadang, dan Kotaagung Timur. Kalau hewan akan dititipkan dulu ke peternak, maka gratis biaya perawatan sampai satu hari sebelum Iduladha dan baru diantarkan ke pembelinya.

Menurut Sosro, penjualan hewan kurban dari seluruh peternak dan organisasi peternak di Tanggamus sebenarnya sudah mulai sejak bulan Mei lalu. Dan sampai saat ini sudah terdata 4.000 ekor terjual, baik untuk skala Lampung, serta luar daerah. Seperti Jakarta, Bogor, Palembang, bahkan hingga Aceh.

“Penjualan ternak dari Tanggamus ini sudah besar, apalagi di sini ada enam organisasi ternak. Sebenarnya kami juga minta dinas peternakan jadi dinas sendiri, agar perhatian kepada peternak lebih besar lagi,” tutur Sosro. (ayp)

Disnakbun Upayakan Kucuran dari APBD untuk Bazar Hewan Kurban Mendatang

KEPALA Disbakbun Tanggamus Ir. Shofwan sangat mengapresiasi pelaksanaan Bazar Hewan Kurban Tangamus. Dia mengatakan, akan mengupayakan ada perhatian dari daerah untuk penyelenggara bazar hewan kurban.

Tujuannya agar gaung bazar hewan kurban lebih besar lagi. Sebab ini potensi daerah. Terlebih Tanggamus jadi daerah penyuplai hewan kurban terbesar di Lampung.

“Kami akan ajukan dana dari APBD untuk penyelenggaraan bazar ini ke depannya. Sebab ini juga untuk pembangunan bidang peternakan. Antar-peternak bisa saling tukar pengalaman dan peternak tahu tentang penjualan ternak,” ungkap Shofwan.

Ia mengaku selama ini peternak di Tanggamus lemah pada aspek penjualan, khususnya standar harga. Di antara mereka ada yang mematok terlalu tinggi dan juga yang murah dan terhasut belantik ternak. Maka melalui bazar ini, antar-peternak bisa berbagi, dan dampaknya juga untuk mereka.

“Kami juga bersyukur sudah ada perhatian berupa pembelian hewan kurban di bazar bagi para pegawai. Sebab ini bisa stimulan pertumbuhan peternakan dan memberi peluang berkembang bagi peternak, sebab ternaknya laku terjual,” tandas Shofwan. (ayp)