Ketua SPS Lampung Dukung Polisi Tindak Tegas Oknum Wartawan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Banyaknya oknum wartawan yang berkeliaran melakukan pemerasan di Lampung membuat Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Lampung H. Ardiansyah, SH, angkat bicara.

Bang Aca–sapaan akrab Pimpinan Radar Lampung Group itu menegaskan praktik oknum wartawan itu merendahkan martabat wartawan. Untuk itu, dia menyatakan sangat mendukung langkah kepolisian untuk menindak tegas oknum wartawan tersebut.

“Saya sangat mendukung langkah kepolisian menindak oknum wartawan yang telah bertindak merendahkan martabat profesi wartawan,” tegasnya kepada radarlampung.co.id (Group Trans Lampung), Selasa (20/3).

Bang Aca menegaskan, profesi wartawan dilindungi Undang-Undang. Sehingga, tugasnya sebagai sosial kontrol tak boleh dinodai oleh para oknum tersebut.

“Kami mendukung polisi menindak tegas para oknum tersebut,” ujar pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut.

Sebelumnya, Polres Lampung Barat berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) satu oknum wartawan dan dua oknum LSM, saat melakukan pemerasan terhadap Pegawai di Dinas Perkebunan (Disbun) Lampung Barat,  di Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit, Lambar pada Jumat (9/3) lalu.

Dari para tersangka  diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp4,5 juta, satu unit mobil Innova dan surat tugas LSM TEKAD beserta kartu Identitas.  Sementara korban Suhartono (51), PNS di Disbun Lampung Barat, warga Way Mengaku, Balik Bukit, Lambar.

Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto SIK membenarkan ada penangkapan oleh Tim Saber Pungli Lambar. Mereka yang terjaring OTT adalah adalah dua anggota LSM TEKAD  atas nama IG (44), MH (33), keduanya, warga Pekon Kota Besi, Batu Brak, Lampung Barat, dan satu wartawan perempuan, RW (33), warga Kecamatan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lambar.

“Benar ada laporan OTT TIM Saber Pungli, Berdasarkan Lp/ 141 / III / 2018 /Polda Lampung /Res Lambar/SPKT. Tanggal 09 Maret 2018  tentang kasus Pemerasan atau pungli,” ujarnya.

Tri menjelaskan pada (9/3) telah datang 3 orang pelaku dengan mengendarai mobil Innova  BE 1435 BY.  “MH menuju ke rumah korban untuk meminta dan mengambil uang yang beberapa jam sebelumnya disepakati oleh pelaku dengan korban,” katanya.

Dimana, kata Tri, sebelumnya korban di datangi pelaku, RW di kantor tempat korban bekerja di Dinas Perkebunan Lambar. Pada saat itu pelaku mengancam akan melaporkan korban ke kejaksaan Negeri Liwa.

“Korban merasa tertekan sehingga terjadi perundingan dimana pelaku memaksa agar korban memberikan uang Rp8 juta, namun korban tidak menyangupi. Pelaku tetap memaksa agar memberikan uang dimaksud,” kata Kapolres.

Tak lama berselang tepatnya pada Kamis (13/3), Polres Lambar kembali mengamankan dua orang oknum wartawan SKH Mingguan. Mereka diringkus Tim Saber Pungli Polres Lambar, karena diduga terlibat pemerasan kepada Kepala Sekolah.

Mereka ditangkap sekitar pukul 14.30 WIB di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lambar. Kedua oknum mengaku wartawan itu adalah Zaenal Abidin, (43), Warga Pekon Mon, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, dan Syahroni ( 41), warga Perum BKP Blok R No 107, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung. Mereka kini ditahan di Polres Lambar.

Polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp4,6 juta, mobil, 8 unit tenda, kartu identitas ID Card Pets Media Tipikor News atas nama Zainal Abidin, Kartu ID Media Faktual atas nama Syahroni.

Kapolres Lambar melalui Waka Polres Kompol Sukandar mengatakan, kedua orang yang mengaku oknum wartawan cetak Mingguan diamankan Tim Saber Pungli Polres Lambar berdasarkan Laporan para korban berikut bukti LP/149/III/2018/POLDA LPG/RES LAMBAR/SPKT, tanggal 15 Maret 2018. (rlo/tbn/rnn/gus/tnn)

News Reporter