. . .

Ketua PWI Tubaba: Penyajian Berita Harus Berimbang, Oknum Aparataur Wajib Bertanggung Jawab

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.‎
Ketua Persatuan wartawan indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Edi zulkarnain, minta terhadap seluruh insan pers Kabupaten setempat dalam penyajian pemberitaan dapat mengedepankan asas praduga dan tidak menyebar fitna.

‎Hal tersebut diungkapkan kepada sejumlah media terkait adanya dugaan pemberitaan secara masif bak menjurus pada fitnah terhadap profesi wartawan, yang dapat menyesatkan pembaca.

Menurut Edi, ‎pemberitaan pada salah satu media online yang telah menayangkan judul berita dengan kalimat, mencengangkan uang hasil pungli pamsimas untuk pengamanan Wartawan dan LSM. Itu telah mencoreng profesi wartawan secara menyeluruh. Bahkan,  selain judul isi berita juga tertulis uang hasil pungli di gunakan untuk pengamanan wartawan dan LSM yang ada di kabupaten setempat.‎

” Dengan menyebut pengamanan wartawan itu sudah mencemarkan profesi. JIka oknum wartawan artinya profesi, beda dengan salah satu wartawan itu perorangan. Apalagi tidak disertai nama atau inisial wartawan dimaksud.” Kata Edi dalam Pres rilisnya saat dikutip Translampung.com pada (5/10).

Kendati mencengangkan lagi,  ‎dalam  paragraf setatemen lainnya pada media itu juga tertulis, Hasil uang pungli oknum yang mengaku anggota Pospera Tubaba dan diduga melibatkan Kepala serta  Kaur Tiuh Mulya Jaya di beberapa Tiuh sebesar Rp 1,5 juta. untuk pengamanan wartawan dan LSM.

” ‎Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.”‎ Katanya.

‎Lanjut dia, jika ada oknum anggota atau pengurus PWI Tubaba yang terlibat dalam pungli itu, secara organisasi akan memberikan sanksi tegas dan mengeluarkan oknum tersebut dari kepengurusan PWI untuk kemudian di teruskan kepada pihak kepolisian karena telah mencoreng nama baik profesi wartawan.

‎” Hingga saat ini wartawan yang tergabung dalam kepengurusan PWI mengaku tidak ada yang menerima dana pungli yang diatasnamakan untuk wartawan guna pengamanan program Pamsimas tahun 2017 di seluruh tiyuh di Tubaba.” Imbuhnya.‎

‎Dengan adanya sumber dalam pemberitaan dari media online tersebut mengatakan bedasar dari oknum Pospera, pihak Aparatur Tiyuh setempat harus bertanggung jawab atas ucapannya yang telah di kutip melalui media tersebut, terkecuali mereka memiliki dasar fakta secara reall, juga tertulis dan tidak mengada ada. (Dirman)‎