. . .

Ketua MPR RI Kunjungan, Bacaleg PAN Tanggamus Numpang Tenar

image_print
Foto: AYP
KALAH DENGAN BANNER BACALEG: Acara Dialog Empat Pilar Kebangsaan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Gedung PGRI Kotaagung, terkesan “dikepung” oleh banner-banner bacaleg 2019 yang aji mumpung. 
TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Warga beberapa kecamatan di Kabupaten Tanggamus mendapatkan kesempatan langka, yaitu bisa bertemu langsung dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Zulkifli Hasan. Tak ketinggal warga Kecamatan Kotaagung, Kamis (6/9). Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu, mengunjungi konstituennya dalam rangka Dialog Empat Pilar Kebangsaan.
Sayangnya agenda Zulkifli Hasan untuk lebih mengedukasi warga Tanggamus tentang pilar-pilar kebangsaan, justru ditunggangi kepentingan-kepentingan yang kurang relevan. Salah satunya, adalah banyaknya media sosialisasi berupa banner dan spanduk yang berisi foto wajah dan nama bakal calon Anggota Legislatif dari PAN. Dampaknya, banner acara utama Ketua MPR RI itu terkesan “tenggelam” oleh banner-banner para bacaleg 2019.
Kondisi itu tampak jelas pada halaman depan dan teras Gedung Perguruan Tinggi Republik Indonesia Kecamatan Kotaagung yang menjadi lokasi kegiatan. Terpampang jelas di bagian depan lokasi acara, banner acara utama “dikepung” dengan banner para bacaleg.
Padahal jika dirunut, meskipun kegiatan itu dilakukan oleh seorang ketua umum partai politik, namun tidak ada kaitannya dengan unsur politik. Apalagi sosialisasi para bacaleg dari partai yang kini dipimpin Zulkifli Hasan. Kondisi itu cukup memprihatinkan. Sebab merepresentasikan secara langsung, bagaimana kualitas para bacaleg yang hanya ingin mendompleng popularitas Ketua Umum PAN. Singkat cerita, ingin numpang tenar, namun gratisan. 
“Ya sengaja aja pasang (banner) saya sebagai bacaleg 2019. Mumpung ini acara Pak Ketum (PAN). Pasti banyak orang yang hadir. Mau acara parpol atau bukan, tapi kan yang hadir ketua parpol,” ungkap salah seorang bacaleg PAN berpostur tubuh tinggi tegap di sela-sela acara.
Dalam sambutannya pada warga dan para tamu undangan, Ketua MPR RI mengatakan, Pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa dan negara, harus termanefestasi dalam sistem kenegaraan. Baik dalam hukum, politik, sosial-budaya, ekonomi, dan Agama. Pancasila bukan hanya sebagai hiasan yang dipajang pada dinding.
“Kesadaran berbangsa dan bernegara inilah yang perlu didorong. Demikian pula dengan UUD Negara Republik Indonesia 1945 serta Ketetapan MPR sebagai Konstitusi. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara kita dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Bang Zul — sapaan akrabnya dengan tajam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan pada ratusan oang yang terdiri dari berbagai segmen sosial yang didominasi kaum muda. (ayp)