Ketua dan Sekretaris APDESI Pugung Mendekam di Bui, Ini Nasib Bendahara

0
650
views
'TAMU' BARU SEL MAPOLRES: Inilah situasi saat IW dan MS diputuskan untuk ditahan di Ruang Tahanan Mapolres Tanggamus, setelah sebelumnya diperiksa intensif sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Tanggamus. (Foto: AYP)

translampung.com, KOTAAGUNG -Penetapan tersangka dua kepala pekon yang sekaligus Ketua dan Sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung itu, berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Tanggamus terhadap Bendahara APDESI Kecamatan Pugung, SF.

OTT terhadap Kepala Pekon Binjaiwangi pada Jumat (18/8) sore tersebut langsung dipimpin Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi, didampingi Kasatreskrim AKP Hendra Saputra dan Kanit Tipikor Ipda. Ramon Zamora.

Meski lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka via OTT dengan barang bukti uang tunai Rp62.500.000, hingga Selasa (29/8) petang Tim Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Tanggamus tidak melakukan penahanan terhadap wanita tiga anak itu. Sementara IW dan MS yang ditetapkan tersangka belakangan, sudah lebih dulu merasakan dinginnya hotel prodeo.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, melalui Kasubbag Humas Iptu. Yul Martin menjelaskan, tidak ditahannya SF di rutan mapolres karena ada berbagai pertimbangan. Antara lain, SF adalah seorang ibu yang memiliki bayi yang baru berusia tiga bulan. Bayi tersebut embutuhkan ASI dari SF. Kemudian, suami SF bersedia menjadi penjamin.

“Untuk SF, memang benar tidak kami lakukan penahanan (seperti IW dan MS). Bukan berarti SF tidak bersalah atau lolos dari jeratan hukum. SF adalah tersangka yang ditetapkan pertama dalam kasus ini. Sekarang status (SF) adalah tahanan kota. Dia wajib lapor setiap Senin dan Kamis,” beber Yul Martin pada translampung.com(ayp)