. . .

Keterbatasan Anggaran Program BBI Tubaba Terancam Gulung Tikar

image_print

TRANSLAMPUNG.COM‎, PANARAGAN – Beragam Nawacita Presiden Republik Indoonesia (RI)‎ Ir.Joko widodo melakukan trobosan program untuk dan demi kesejahteraan rakyat khsususnya, selain pengembangan sektor pertanian juga program unggugulan Perikanan dan kelautan diutamakan.

Hal tersebut juga ditindak lanjuti ‎oleh Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) menjadikan budidaya ikan tawar sebagai usaha unggulan masyarakat Kabupaten setempat. Namun semuanya, diduga sebatas nawacita semata yang terkupur dalam benak sang Kadis Perikanan Tubaba tanpa daya.

Menurut Indarsan selaku Kepala Dinas Perikanan kabupaten setempat menjelaska, bedasarkan letak grapis wilayah Tubaba untuk bercocok membudidayakan ikan tawar sangat baik peluangnya. Namun atas keterbatasan Anggaran yang diberikan oleh Pemkab Tubaba  2018 mencapai Rp 350 juta, sangat minim menjadi batu sandungan yang terganjalkan.

” Anggaran Dinas Perikanan 2018 sangat minim kemungkinan berpotensi dapat berdampak membuat pengembangan budidaya Balai Benih ikan (BBI) yang digadang-gadangkan Pemkab Tubaba selama ini, terancam gulung tikar,” kata dia saat dijumpai translampung.com di ruang kerjanya pada (17/4/2018) sekira pukul 13:40 WIB.‎

Lanjut dia, asumsi gulung tikar tersebut bedasarkan besaran Anggaran 2018 yang dimiliki Dinas terkait sangat lah minim, juga tidak sesuai dengan program untuk pengembangan bibit dan budidaya ikan tawar saat ini.

‎” Akibat keterbatasan anggaran ini kami berinisiatif menggaduhkan benih bibit ikan ke masyarakat, sebab anggaran untuk pembiayaan pembembelian pakan ikan tidak dapat mencukupi kebutuhan,  bakhan bibit ikan yang ada saat ini dapat besar kepala,” katanya.

Dia berharap kepada baik DPRD, Bupati dan Sekdakap‎ Tubaba jika benar ingin menjadikan masyarakat Tubaba khusunya, menjadi lumbung budidaya ikan tawar, janga sekedar program dan Nawacita. Sebab, semua itu wajib didukung dengan kemampuan anggaran. (Dirman)