Kepergok Razia, Pria Warga Trimurejo, Lamteng Kedapatan Kantongi Sabu

0
1071
views
PULAUPANGGUNG – Upaya Sunyoto Dinata (39) menghindari razia aparat Polsek Pulaupanggung, Tanggamus, berbuah apes. Lantaran mendadak berbalik arah beberapa meter sebelum lokasi razia, gerak-geriknya justru memicu kecurigaan polisi. Belum jauh meninggalkan lokasi, pria asal Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah itu dikejar petugas. Alhasil ketika digeledah, ditemukan sabu-sabu sebanyak 3 gram dari saku kiri jaketnya.
Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, melalui Kapolsek Pulaupanggung AKP A. Roni‎ membenarkan, bahwa tertangkapnya Sunyoto itu berawal dari razia rutin siang hari. Sabtu (16/4) lalu sekitar pukul 13.00 WIB, aparat Polsek Pulaupanggung di jalan lintas yang menghubungkan Pekon Gedungagung dengan Pekon Penantian, Kecamatan Pulaupanggung. Lokasi itu hanya berjarak1 kilometer (km) dari mapolsek setempat.
“Kecurigaan petugas, dipicu saat melihat seorang pengendara sepeda motor yang hendak melintasi razia, mendadak berputar arah. Saya yang langsung memimpin razia, langsung memerintahkan anggota untuk mengejarnya. Tersangka yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat berhasil dihentikan. Ketika digeledah pada saku kiri jaketnya, anggota menemukan satu bungkus sabu-sabu seberat 3 gram,” ujar Roni dalam ekpose, kemarin (18/4) sore di mapolsek.
Roni meyakini jika Sunyoto adalah bandar sabu, bukan pemakai seperti yang diakui tersangka. Karena sangat tidak logis, jika tersangka yang berasal dari Lamteng, jauh-jauh membawa-bawa sabu ke Pulaupanggung. Tersangka mengatakan, narkoba yang dia akui didapat dari “kampung narkoba” di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, hanya untuk dikonsumsi sendiri.
“Tertangkapnya Sunyoto ini, semakin memperkuat dugaan kami, adanya jaringan pengedar narkoba lintas kabupaten. Penangkapan ini akan terus kami dalami dan kami kembangkan. Sesuai seperti perintah Bapak Kapolda Lampung dan Kapolres Tanggamus, peredaran narkoba harus diberantas. Sehingga kami ingin mengungkap, mau dipasok ke mana narkoba itu,” tegas Roni.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan bubuk metamphethamine seberat 3 gram senilai Rp4,2 juta yang dikemas dalam satu plastik bening. Petugas juga menyita sebuah jaket kulit warna cokelat dan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan Nopol BE 6247 IB warna biru.
“Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam kita jerat dengan Pasal 114 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Roni.
Sementara itu, Sunyoto membantah dirinya disebut pengedar. Menurut dia, sabu-sabu tersebut adalah miliknya yang akan digunakan sendiri.
“Saya beli sabu itu dari seseorang di Tegineneng Kabupaten Pesawaran. Harga satu gramnya Rp1,4 juta. Barang ini mau saya pakai sendiri mas, bukan untuk dijual,” dalihnya, namun saat ditanya apa tujuannya ke Pulaupanggung dia hanya menggelengkan kepala. (ayp)
 
 

LEAVE A REPLY