. . .

Kepala Desa Sukajaya Lempasing Sayangkan Langkah dari Pihak PT PSIL, Diduga Tidak Ada Koordinasi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Keluhan sebagian masyarakat Desa Lempasing adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah milik PT Pangan Sumber Inti Laut (PT PSIL) di respon oleh Kepala Desa Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Menurut Kepala Desa Sukajaya Lempasing Zainuri membenarkan adanya keluhan sebagian masyarakatnya lataran adanya bau tidak sedap dan dugaan adanya limbah yang mencemari sumur warga yang di pergunakan untuk mencuci pakaian dan mandi oleh sebagian warga yang tinggal di sekitaran gudang pengelola kepiting rajungan dan udang milik PT tersebut.

“Kita respon cepat keluhan sebagian masyarakat, dan saya sudah sampaikan keluhan ini ke pihak perusahaan, tapi sampai saat ini belum ada respon dari pihak perusahaan,”kata Zainuri saat di hubungi translampung.com, Kamis (11/10/2018).

Zanuri juga menjelaskan bahwa keberadan perusahaan ini sebenarnya sangat membantu warganya karna ada beberapa warga yang bisa bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan kepiting rajungan dan udang ini , namun dengan adanya kerjasama kepada masyarakat di desa ini tidak semata-mata pihak perusahan semau -mauanya membuang limbah sembarang yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

“Memang kemarin mereka (PT.PSIL, Red) melakukan penyedotan limbah tersebut tapi menurut saya itu bukan solusi tebaik harusnya pihak perusahaan menggelola dengan benar masalah Instalasi Pengolahan Limbah( IPAL ) mereka itu,”jelasnya.

Dan harusnyakan pihak perusahaan memperdulikan lingkungan sekitar, kita di Desa Lempasing ini tidak mempersulit keberadaan perusahaan ini.Tapi setidaknya pihak perusahaan bisa menjaga lingkungan. Nah ini tidak, sudah beberapa hari ini warga mengeluh adanya bau busuk dan tercemarnya sumur warga sehingga warga protes. Yang jelas kita sangat sayangkan langkah dari pihak perusahaan karna tidak ada koordinasinya kepihak kita,”ucap Zainuri.

Dirinya juga menjelaskan meskipun pihak perusahaan telah memperkerjakan sebagian warga di Desa Lempasing, namun keberadaan perusahaan ini juga selama berdiri di wilayah Desa Lempasing tidak pernah ada kontribusi ke pihak kelurahan.
“Bukanya kami mengharapkan tapi setidaknya kalau ada kegiatan di desa pihak perusahaan harusnya perduli dengan pihak desa. Nah ini tidak ada ,”jelasnya.

Dengan adanya masalah ini pihak desa saat ini masih menunggu solusi yang akan di lakukan oleh pihak perusahaan adanya keluhan sebagian masyarakat atas adanya dugaan pencemaran lingkungan ini .

“Saat ini kita masih menunggu apa langkah pihak perusahaan untuk menangani masalah ini “,ucapnya.
Lebih lanjut Zainuri juga menerangkan jika pihak perusahaan tidak bisa memberikan solusi atas keluhan sebagian masyarakat ini,maka langkah yang akan di ambil pihak kelurahan akan segera berkoordinasi ke pihak kecamatan .

“Yah ,itu paling yang akan kita lakukan tapi setidaknya kita berupaya untuk menyelesaikan di tingkat desa dulu kalau tidak juga ada solusi dari pihak perusahaan penanganan masalah limbah tersebut maka langkah kami akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan dinas terkait ,”tegasnya.

Sebelumnya wartawan translampung.com sudah mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke salah satu manager lapangan yang di ketahui bernama Tri Handoko melaui sambuang WhatsApp nya di nomor 0878995xxxx, namun dirinya hanya berjaji akan memberikan keterangan lantaran dirinya sedang belum bisa masuk kerja .
“Nanti kalau saya sudah masuk kerja saja mas,saya sedang sakit ,”singkat Tri Handoko melalui WhatsAppnya beberapa waktu lalau.

Namun sangat disayangkan saat wartawan translampung.com ini menanyakan siapa yang bisa di temui di pihak perusahaan untuk mengkonfirmasi masalah ini dirinya tidak ada jawaban malah memblokir WhatsApp translampung.com. (ydn)