Kepala Adat Marga Tegamo’an Lampung Pepadun Tubaba Dinakhodai Hermani

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Kepala marga Tegamo’an Lampung Pepadun, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Hermani S.P. (Gelar Minak Bangsawan Di Raja) ‎resmi dikukuhkan. Kegiatan tersebut terpusatkan di Balai Adat Sesat Agung, Kelurahan panaragan jaya, kompleks Islamic center ‎sekira pukul 10:30 Wib.

Tampak hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan SE. MM Camat Tuba Tengah Nur Muhammad.SE.MM, Lurah Panaragan Jaya Rilmansyah, ‎ Dandim 0412/LU di Wakili oleh Serka Sukaryaman, ‎Kapolres Tuba di Wakili oleh Kanit Bimas Polsek TBU Ipda Wagimin, ‎ Seluruh Tokoh Adat dan,Tomas Marga Tegamo”an  dari lima desa (Tiyuh) Pagar Dewa,‎ Panaragan, ‎Penumangan, ‎ Menggala Mas ‎ dan Bandar Dewa.

Menurut kepala marga tegamo’an Hermani.,Sp, ‎sebagai kepala marga setempat pihaknya beserta penyimbang tohou rajo (sesepuh ada) pun majelis purwatin (makmum) adat sangat apresiasi atas kepemimpinan Bupati Umar-Fauzi selama ini. Sebab pembangunan dan perekonomian diwilayah Tubaba  sangat pesat dan berkembang termasuk dibidang seni dan kebudayaan yang semakin maju dan dilestarikan.

 

‎” Kami sebagai Kepala Marga Tegamo’an Tulangbawang Barat Lampung Pepadun, mohon dengan Bapak Bupati atas bimbingan dan arahannya. Kepala Marga bukanlah ingin mengembalikan sistem Pemerintahan Adat masa lalu, tetapi lebih menekankan kepada peranan masyarakat adat dalam rangka berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUD 1945.” kata Hermani dalam sambutannya saat dikutip Trans Lampung.com pada (14/2/2018).‎

Menanggapi itu Bupati Umar Ahmad didampingi Wakil Bupati Fauzi Hasan mengatakan, banyak fenomena-fenoma generasi muda saat ini yang jauh meninggalkan adat istiadat, sehingga terjadinya ‎hal-hal yang tidak kita inginkan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu  mari kita bersama introspeksi, memperkuat kembali penanaman nilai dan norma yang kita miliki.‎

” Khasanah Adat Istiadat yang ada dalam masyarakat menjadi tugas kita bersama, dikaji, sehingga adat istiadat tersebut dapat dipertahankan dan diberdayakan sebagai kekayaan daerah.‎ Semoga keberadaan nilai dan norma adat di daerah ini akan menjadi pilar yang memperkuat citra dan karakter Bumi Tubaba‎ saat ini dan nanti.” Imbuhnya. (Dirman)

News Reporter