Kendala Ekonomi, sebabkan Angka Perceraian meningkat.

0
565
views

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Faktor ekonomi, sebabkan angka perceraian tinggi di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran pada tahun 2016. Hal itu diungkapkan, Kepala Pengadilan Agama (PA) Sartini, ketika ditemui diruanganya kemarin.

Menurut Sartini, total perkara yang masuk di PA Kalianda pada tahun 2016 sebanyak 1.359 perkara. Jumlah tersebut, meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun lalu atau sebanyak 1.144 perkara.
“Data yang sudah ditangani dan dikeluarkan akta perceraian sebanyak 338 perkara, dari total perkara sebanyak 1.084 perkara. Penyebabnya, faktor ekonomi,” kata dia.
Untuk daftar penyebab perceraian karena faktor perselisihan dan pertengkaran, dijelaskan dia secara terus menerus masuk dalam daftar faktor tertinggi atau sebanyak 380 perkara, namun pihak PA menyimpulkan penyebab terjadinya pertengkaran tersebut dikarenakan faktor ekonomi.

“Sebenarnya yang tertinggi itu karena faktor pertengkaran, tapi kami menyimpulkan pertengkaran itu muncul karena faktor ekonomi, makanya kami beranggapan faktor ekonomi yang masih tertinggi penyebab perkara perceraian yang terjadi,” jelas dia.

Selain itu lanjut dia, salah satu faktor penyebab lainnya yang tergolong tinggi yakni faktor meninggalkan salah satu pihak. Dimana, jumlahnya menembus angka sebanyak 240 perkara.

“Perkara ini muncul karena pasangan istri ataupun suami meninggalkan pasangannya, sehingga muncul gugatan perceraian akibat itu. Dan perkara untuk kasus ini tergolong cukup tinggi dengan jumlah sebanyak 240 perkara,” ujar dia.

Sedangkan, untuk faktor lainnya yang sudah di putus oleh PA Kalianda, yakni faktor zina 1 perkara, mabuk 16 perkara, judi 19 perkara, hukuman penjara 5 perkara, poligami 24 perkara, KDRT 56 perkara, kawin paksa 2 perkara dan murtad 3 perkara.

“Kami juga menangani perkara perceraian Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran. Dimana sejak tahun 2015 dan 2016 perkara perceraian yang melibatkan pegawai yang masuk daftar gugatan perceraian ke PA Kalianda, berjumlah 65 perkara.
“Dari 65 perkara perceraian yang melibatkan pegawai tersebut, 25 perkara disertakan persetujuan dari pejabat (kepala daerah_red) dan 29 perkara tidak ada persetujuan pejabat. Intinya, ada (pegawai) yang izin atau memberitahukan pejabat, ada juga yang tidak. Sekarang yang masih dalam proses perceraian sebanyak 11 perkara,” pungkasnya.(Jhn)