Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50553 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Kenaikan BBM Berdampak Tingginya Angka Inflasi -
Kenaikan BBM Berdampak Tingginya Angka Inflasi

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Beberapa hari lalu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Series mengalami kenaikan sebesar Rp 300 untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Sementara, daerah lainnya mengalami kenaikan yang berbeda-beda.

Kenaikan ini memngindikasikan adanya penyesuaian harga BBM yang diatur pemeritah yaitu Premium dan Solar. Namun, Pemerintah sudah berjanji tak akan menaikkan harga hingga Maret 2018. Jika harga minyak terus naik, maka kemungkinan pemerintah ikut menaikkan harga BBM Premium dan Solar.

Kenaikan harga BBM tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada tingginya angka inflasi. Risiko itu dianggap membuat pemerintah tak mampu mencapai target inflasi tahun 2018 sebesar 3,5 plus minus satu persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, saat ini harga dunia memang terus meningkat. Hal itu membuat pemerintah akhirnya harus melakukan penyesuaian.

Namun demikian, Agus menyebut kenaikan tersebut tidak akan berdampak terhadap inflasi. Apalagi, nilai tukar Rupiah yang juga menjadi komponen penghitungan harga BBM juga terus melemah.

“BI dalam kajian kita dalam RDG bulan Februari kita sudah melihat itu dan kita melihat tekanan kalau seandainya nilai tukar melemah dan berdampak pada imported inflation tetapi secara umum inflasi kita masih sesuai target inflasi yaitu 3,5 plus minus satu persen,” ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/2).

Sampai saat ini, lanjut Agus, inflasi tahunan masih berada di angka 3,25 persen. Kondisi itu membuat optimisme pihaknya jika sepanjang tahun 2018 inflasi tetap terjaga di angka 3,5 plus minus satu persen.

“Jadi yang ingin kami sampaikan kalau di Februari itu 3,25 persen yoy. Kami melihat sepanjang tahun 2018 inflasi masih ada di 3,5 plus minus satu persen,” tandasnya. (hap/JPC)

 

 

 

 

News Reporter